Bike Njagong Ponjong


The Next BreksiSalah satu bukit karst yang ditambang. Apa nasibnya beberapa tahun ke depan bakal seperti Tebing Breksi Prambanan?

20170905

Sekali waktu posting cerita yang recently alias baru saja terjadi…..

Ini cerita sebaiknya mau dimulai dari mana? Bike njagong? Ponjong? Atau bagian mana ya?

—– —– —– —– —–

Dari judulnya saja, bike njagong saja dulu. Terserah teman-teman mau meng-istilah-kan bike njagong itu dengan kalimat atau istilah lain apa. Intinya adalah berangkat njagong alias kondangan dengan bersepeda. Beberapa kali pernah menyengaja berangkat njagong dengan naik sepeda. Terakhir kali adalah setahun lalu, saat itu Siwi yang jadi manten. Aku yang didhapuk jadi tukang foto candid ‘diharuskan’ untuk datang sejak semalam sebelum keesokan harinya resepsi. Ternyata, selain nantinya jadi tukang foto candid (karena tukang foto resepsi tidak ada yang mau ngambil candidnya), aku juga ‘diberdayakan’ jadi seksi sibuk menyiapkan dan menata snack. Duh, nasib. Tapi, mau dikata apa, sudah terjadi. Cerita lengkap menyusul yak…..

Kembali lagi ke bike njagong. Kali ini adalah lokasi terjauh njagong yang ditempuh dengan sepeda. Siapa yang dijagongi? Aku pun hanya diajak untuk sepedaan oleh Mas Wijna, ownernya situs Mblusuk.com. Temannya Mas Wijna yang jadi manten ada di Ponjong, Gunungkidul. Bukan Ponjong yang dekat dengan kecamatannya, tapi jauh lebih ke timur lagi, di Bedoyo, yang tak jauh dari perbatasan dengan wilayah Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.

Rincian jaraknya mungkin seperti ini :
• (rumah) Sagan – Piyungan : 16,1 km
• Piyungan – Patuk : 3,7
• Patuk – Wonosari : 21
• Wonosari – Semanu : 7
• Semanu – Bedoyo, Ponjong : 11
• Bedoyo – Klepu (lokasi manten) : 6,3
Total dari rumah sampai lokasi manten 65,1 km

Yang namanya bike njagong itu adalah kegiatan kurang kerjaan. Padahal lebih enak dan bisa naik motor, tapi kenapa malah memilih naik sepeda? Entahlah. Coba saja tanya Mas Wijna…

Kepuasan setiap orang itu berbeda-beda. Sepertinya demikian.

Karena saat itu hari Minggu, khawatirnya nanti jalan raya Jogja – Wonosari cepat dipadati oleh kendaraan-kendaraan bermotor yang ingin piknik ke pantai-pantai di Gunungkidul, jadi kami berdua memutuskan nanjak Bukit Patuk di pagi hari, sekitar jam 06.15 start dari pertigaan Piyungan.

Road SignsPapan petunjuk arah yang ‘saling tumpuk’. Wisatawan bingung tidak ya?

Bisa dibilang, kami berdua adalah alumni dari SPSS, yang salah satu plesetan singkatannya adalah ‘Sarapan Pagi Selalu Soto’. Jadi, kami putuskan untuk sarapan soto di samping taman parkir Pasar Wonosari, Soto Pak Wariyun. Entah apa yang membuatnya ramai, namun kalau tidak salah, kemarin itu adalah kali keempatku aku sarapan di sana.

Soto Pak WariyunSoto Pak Wariyun, komplet dengan dua butir bakso.

Jalanan rolling antara Wonosari sampai Semanu tak terlalu berasa karena tanjakan dan turunannya imbang, hampir sama banyaknya. Kukira, jaraknya sekitar 10 km, ternyata lebih dekat, yaitu 7 km. Nah, dari Semanu ke arah timur adalah tantangannya, karena jalannya akan lebih sering nanjak dan nanjak. Satu tanjakan utama dan terberat adalah sekitar 1 km sebelum sampai di Bedoyo. Kalau naik motor atau naik mobil pasti nggak terlalu kerasa ya. Tapi kalau penasaran, boleh dicoba naik sepeda lho…

Bicycle, flag and road signMasih dekat dengan suasana bulan kemerdekaan Agustus kemarin, bendera Merah-Putih masih banyak terpasang di pinggir jalan.

Karst memang menjadi andalah Gunungkidul. Salah satu yang jadi pemasukan masyarakat sekitar adalah dengan mengolah dan menjual batuan karst. Di sepanjang jalan dari Semanu menuju Bedoyo, ada beberapa bukit batu di kanan dan kiri jalan yang ditambang, dan meninggalkan cerukan-cerukan berukuran lumayan besar, bisa dipakai untuk berteduh saat hujan. Malah, sebagian ada yang tampak seperti gua. Jangan-jangan, beberapa tahun mendatang, bukit-bukit karst itu bisa jadi seperti Tebing Breksi di Prambanan ya?

Toraja LikeLubang-lubang bekas penambangan di salah satu bukit karst di Bedoyo. Jika dilihat sekilas, ada miripnya dengan makam di perbutian Tana Toraja, yang juga terletak di atas bukit.

Stone to StandKesibukan Mas Wijna demi mendapatkan pose terbaik dengan sepedanya. Maklum, sepedanya adalah ‘mountain bike’, jadi pantang untuk memasang standard di sepedanya.

Nah ini, kaitannya dengan Ponjong… Kemarin itu adalah kali keempatku aku bersepeda melewati jalanan dari Semanu sampai Bedoyo. Sebelumnya, tiga kali sudah aku melewati jalan itu untuk menuju Pacitan, 2011, 2013, dan 2014.

Setelah sampai Bedoyo, seharusnya lokasi mantennya sudah dekat. Namun apa daya, ternyata kecanggihan Google Maps pun masih kalah jika dibandingkan dengan penduduk setempat. Kami berdua kesasar, dan harus menempuh jarak hingga 6,3 km, padahal seharusnya tak sampai sejauh itu, hanya 2 – 3 km.

—– —– —– —– —–

Skip cerita saat di lokasi mantenan…..

—– —– —– —– —–

Niatan kelewat wangun Mas Wijna yang ingin pulang ke Jogja lewat jalur lain akhirnya kesampaian juga… dengan naik mobil…..

Ya, dengan naik mobil, alias sepeda dimasukkan ke dalam mobil. Kok ya kebetulan salah satu teman Mas Wijna yang juga datang ke kondangan itu hanya sendirian, dan kebetulan juga rumahnya ada di Klaten. Jadi, secara tidak langsung, tujuannya searah dengan apa yang dibayangkan, yaitu lewat Ngawen dan tembus ke Cawas, Klaten.

Ternyata (lagi-lagi ternyata), jalanan dari Bedoyo ke arah kecamatan Ponjong dan Karangmojo bisa jadi terlalu keren untuk ditempuh dengan sepeda, apalagi saat itu sudah hampir jam 14.30. Bisa jadi, kalau nekat tetap bersepeda, kami bisa sampai di rumah malam, atau menjelang tengah malam.

That's GunungkidulGunungkidul memang benar-benar terletak di atas ‘gunung’; Pemandangan dari wilayah Cawas, Klaten.

Teman Mas Wijna mengantarkan sampai Terminal Penggung, di jalan raya Jogja – Solo. Sampai di Jalan Solo adalah sebuah kenikmatan, karena jalan yang lebar, halus dan mayoritas datar, dan tujuannya adalah pulang ke Jogja…

Nikmati…..

Advertisements

4 thoughts on “Bike Njagong Ponjong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s