Cool Colour, Hot Atmosphere


Cool Colour, Hot Weather//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

20160210

Sebenarnya ini adalah latepost alias posting yang telat. Tapi nggak apa-apa, toh juga belum jadi cerita di blog ini.

Soal tahun baru-an, kebanyakan orang pasti akan merayakannya dengan begadang lewat tengah malam, di tempat-tempat yang jadi pusat berkumpulnya orang banyak. Kalau di Jogja contohnya ya di Malioboro dan Alun-Alun Utara (dan selatan). Di Malioboro, bahkan kendaraan sudah nggak boleh masuk wilayah Jalan Malioboro sejak sekitar setelah magrib di tanggal 31 Desember, full jadi wilayah pedestrian alias pejalan kaki. Di beberapa tempat wisata lain pasti juga akan ramai. Pernah suatu tahun baru, aku lupa, tahun 2008, 2009 atau 2010, pergi ke Parangtritis bareng adikku dan tetangga, wuahh, betapa ruamenya tempat itu. Isinya orang semua.

Kok ya (mungkin) iseng-isengnya, Vina menanyakan apakah aku ada rencana camping di malam tahun baruan itu. Dan jawabanku ‘tidak’, karena tentu saja malam tahun baruan itu rame di mana-mana, dan camping sekarang lagi jadi hal yang nge-hits, meskipun maksudnya mencari kenikmatan lain dari tahun baruan, atau sekali-kali menikmati dengan cara yang sepi. Tapi kok sepertinya bakalan susah ya nyari tempat camping yang lumayan sepi di malam tahun baru.. Hehee.. Eh tapi memang belum pernah dicoba, bisa jadi ini adalah rencana tahun baruan yang akan datang…

Kok ya kebetulan aku pas ada garapan di malam tahun baru itu, jadi ya malam tahun baruannya ya sinambi garapan itu. Sekilas melihat jadwal penampil di malam itu, penutupnya adalah pentas dangdut, meskipun nggak ada penyanyi yang bernama, tapi tak apalah. Dan memang menutup acara dengan pentas dangdut itu adalah sebuah pilihan yang pas. Penonton di acara itu bisa berkumpul dan berkerumun di sekeliling panggung, menikmati lagu dangdut yang dibawakan penyanyi-penyanyinya.

Lampu sorot panggung yang berganti-ganti warna membikin aura panggung ikut berganti-ganti. Kadang ‘terasa’ panas, kadang dingin, kadang juga normal seperti tidak ada acara apa-apa. Satu hal yang menurutku menarik menjadi gambar di awal tulisan ini. Sorot lampu panggung yang berwarna biru (dan kebetulan pakaian mbak penyanyi juga biru) menimbulkan rasa yang ‘anyep’, dingin yang agak sejuk. Namun itu agak kontras dengan tipe pakaian yang dipakai si mbak yang sleeveless agak mledhing, yang menunjukkan bahwa si mbak saat itu memang sedang kepanasan, tidak kuat menghadapi gejolak panggung dan antusias penonton di sekeliling panggung. Untung saja pose mbak penyanyi waktu itu ‘normal-normal’ saja, tak ada ‘adegan panas’ semacam menaiki speaker. Hahahaii…

Smile of The Dark Red//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s