…dan ketika Bel Berbunyi


Orange Ya Glad I Saw This?//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

20151210

Kalau dirasa, ya mungkin lucu juga, saat berpapasan dengan orang lain yang juga sedang nyepeda lalu membunyikan bel di stang sepedanya, “kring.. kring….. kring.. kring…..”, dan lantas yang ‘disapa’ dengan bel itu juga membalas, entah juga sama-sama membunyikan belnya, atau melambaikan tangannya.

‘Kelucuan’ itu sepertinya dimulai saat kota Yogya (dan mungkin juga kota-kota lainnya) kembali bergiat lagi dengan sepeda. Aku saat itu mungkin baru mengenal (lagi) sepedaan, karena ajakan Tito, teman sewaktu SMA. Dan sebelum itu, aku bersepeda ya saat SMA itu, sebelum boleh naik motor. Hehee.

Awalnya cuma bersepeda kalau pas diajak dan ada temannya. Lama kelamaan, mulai kenal dengan Warung Ijo dan ‘warganya’, ada juga SPSS (yang sekarang sudah termakan jaman), jadi semakin sering sepedaannya. Kalau Minggu pagi ya ke Warung Ijo, kalau Sabtu Pagi ya ikut muter-muter bareng temen-temen SPSS, kalau memang ada agenda muter ke mana.

Dan semakin banyak pula komunitas-komunitas sepeda muncul. ‘Salam’ sesama pesepeda dengan membunyikan bel menjadi hal yang lumrah. Meskipun belum kenal, tapi itu menandakan bahwa kita adalah sama, sesama pesepeda. Kadang malah dirasa sombong kalau sudah disapa, atau di-bel, ternyata hanya diam saja, penuh konsentrasi dengan apa yang ada di depannya. Kalau Mas Rd bakal bilang, “Uh, ZBL…”

Dan kini, di beberapa ruas jalan di kota Yogya, mulai dibikin (lagi) lajur khusus pesepeda. Iya kalau memang betul itu digunakan untuk melajunya para pesepeda, hal yang salah adalah beberapa di antaranya digunakan malah untuk lajur parkir mobil. Hadeh. Entah itu memang program untuk menggairahkan kembali bersepeda atau cuma menghabiskan anggaran tahun ini saja…..

Oke lah, kembali ke ‘bel yang berbunyi’ tadi. Dengan saling menyapa saat ketemu di jalan, semoga semakin banyak orang yang tertarik dengan sepeda, nggak hanya ‘pesepeda musiman’ saja, tapi semoga bisa menjadi pesepeda harian, meskipun cuma belanja ke warung atau ke pasar. Heheee…..

catatan : Gambar di awal halaman diambil dari akun Flickr Georgette.

6 thoughts on “…dan ketika Bel Berbunyi

  1. haha iya je, sdh kasih senyum plus anggukan, dan bilang permisi.. tetep aja dicuekin, itu bikin zbl je :D btw bel sepeda sopo kui? kimpling tenan

  2. Oh no Raditya, how am I able to read this? Our languages may have some similar words but not enough to read your blog.

    I am happy to read (Facebook) you are seriously into cycling. Is common in Indonesia? Well, I guess not but maybe in the big cities it makes sense as everything will be clogged by traffic. Happy you found a solution which only ad to your health!

    Hopefully so.

    My blog’s in English
    http://www.cyclingcindy.wordpress.com

    Greetings Cindy5

    • Hi Cindy, I was late to know that you commented on my post. Yes, mostly of my post is in Indonesian language, and not too formal as well.

      Yes, nowadays cycling is ‘back’. In big cities there is a community called “Bike to Work”. I think I’m just a litlle part of them, not formally in the community, but I do daily commute. And yes, bicycle travelling is what now happening here in Indonesia. At least once a year we have such kind of gathering for the cyclist traveller. Then next big event is in May 2016. Some other frineds also do 4-7 days trip when they have long weekend or free from their work for a while.

      By the way, I think I’m already followed yours. :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s