Carrie (1)


20151118

Menurut aku sendiri, aku ini adalah anak yang salah jaman. Maksudnya? Ya, bisajadi istilahnya salah jaman atau salah selera. Lahir di akhir 80an mendekati tahun 90, tumbuh di 90an sampai awal 2000an; tapi selera musik dari pertengahan 90an mundur sampai ke tahun 60an. Itu yang musik barat. Sedangkan musik lokal ya hampir sama, ditambah lagi dengan musik campursari (khususnya yang alus-an seperti Manthous), dangdut dan wayang kulit.

Musik barat yang aku paham dan sukai kebanyakan adalah musik rock (ya slowrock, ya classic rock), meskipun musik-musik kenangan atau evergreen yang Bapak dan Ibuk suka, aku juga ada beberapa yang suka. Kok ya kebetulan, beberapa hari terakhir ini ada teman, Kak BagSo, yang sepertinya lagi asyik dengan lagunya Europe yang judulnya Carrie. Seperti ini teks lagunya :

When light goes down, I see no reason
For you to cry. We’ve been through this before
In every time, in every season,
God knows I’ve tried
So please don’t ask for more.

Can’t you see it in my eyes
This might be our last goodbye

Carrie, Carrie, things they change my friend
Carrie, Carrie, maybe we’ll meet again

I read your mind, with no intentions
Of being unkind, I wish I could explain
It all takes time, a whole lot of patience
If it’s a crime, how come I feel no pain.

When light goes down…

“I see no reason / For you to cry / We’ve been through this before”
Nah, kira-kira, mereka berdua itu sudah pernah mengalami hal yang sama sebelumnya.
“God knows I’ve tried / So please don’t ask for more”
Sepertinya si cewe masih menanyakan dan meminta, dan si cowo sudah mencoba. Tapi mencoba untuk apa?

Jawabnya mungkin ada di kalimat sebelum reff.
“Can’t you see it in my eyes / This might be our last goodbye”
Jadi, mungkin itu adalah ‘perpisahan’ terakhir mereka. Sebelumnya, mereka sudah pernha ‘berpisah’, beberapa kali, jadi seperti hubungan yang putus-nyambung putus-nyambung. Dan pertanyaan sebelumnya, mencoba untuk apa? Mungkin mereka masih mencoba untuk ‘bersatu’ lagi.

“I read you mind, with no intentions”
Menurut si cowo, pikiran si cewe kayanya sudah tidak terlalu asyik untuk ‘bersatu’ lagi. Tapi…
“..I wish I could explain”
sebenarnya si cowo masih ada rasa-rasa ingin bersatu lagi, tapi untuk menjelaskannya ada alasan apa kok susah..
“It all takes time, a whole lot of patience / If it’s a crime, how come I feel no pain”
Menurut si cowo, butuh sabar untuk menjelaskan suatu hal itu. Dan mungkin si cowo sudah ‘nothing to lose’, karena dia sudah ‘feel no pain’.

Dan lebih jelas ada di bagian reff-nya, “things, they change, my friend.” Di situ tersebutlah ‘my friend’. Jadi sepertinya mereka berdua sekarang sekedar berteman saja, tak lebih. Dan pada akhirnya mereka berpisah, “…maybe we’ll meet again”, pisah karena “things, they change” itu.

Jadi? Apa simpulannya? Hehehee, terserah interpretasi masing-masing orang yang membaca. Kalau saya ya seperti itu tadi.

Saatnya berpisah, setelah beberapa saat bersatu…

Ya, sementara berpisah dulu. Besok lain waktu coba membahas lagu sewaktu orang lagi kasmaran. Hihihiii…

One thought on “Carrie (1)

  1. pokoknya ini lagu jos markojos, coba lain kali diterawang lagunya Harem Scarem yg Honestly dan lagu kebangsaan kita : Can’t Fiught This Feeling Anymore hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s