Pantai Ngedan, Satu Tempat Banyak Pilihan


20150516-17

Dari mencari-cari informasi di internet, katanya ada pantai ‘baru’ di sekitaran Panggang dan Saptosari. Kalau kemarin sudah mbolang ke pantai Kesirat, kali ini bergeser lebih ke timur, ke Saptosari, katanya sih namanya pantai Ngedan.

Orang sana menyebutnya demikian, dengan bunyi huruf ‘e’ seperti di kata ‘cek’. Tulisan di papan petunjuk arah juga tertulis seperti itu.

Untuk menuju ke pantai Ngedan, kalau mau lewat Imogiri, arahnya sama dengan kalau mau ke pantai Kesirat. Cuma nanti kalau sudah sampai perempatan Legundi (yang kalau lurus ke selatan arah pantai Gesing/Kesirat) belok ke arah timur menuju arah Saptosari – Paliyan. Terus saja ikuti jalan raya itu sampai ke desa Jetis, kira-kira 7 km dari perempatan Legundi. Tidak jauh dari balai desa Jetis, ada pertigaan yang mengarah ke selatan, dan kalau diperhatikan ada papan penunjuk arah ke pantai Ngedan. Belok ke selatan di pertigaan itu.

Kalau tertulis jarak menuju pantai Ngedan tak sampai 8 km, bisa jadi itu melegakan hati, karena sudah tak jauh lagi. Tapi siapkan hati untuk sedikit tertipu dengan jarak yang tertulis di papan petunjuk itu, karena jarak yang sebenarnya dari pertigaan desa Jetis sampai pinggir pantai adalah sekitar 10 km. Awalnya jalanan aspal yang mulus, tak jauh beda rasanya dengan jalan raya Panggang – Paliyan sebelumnya. Namun semakin mengarah ke selatan menjadi semakin sempit dan kualitas aspalnya menurun. Jika sudah sampai di desa Krambilsawit, itu artinya sudah semakin dekat lagi dengan pantai. Tapi pastikan punya kemampuan mengendarai kendaraan yang baik, dan keadaan kendaraan yang sip pula, karena sekitar 1 km kemudian, jalanan menurun yang didominasi dengan permukaan aspal yang sudah rusak. Namun tenang saja, itu cuma satu kilometer. Setelah itu aspal kembali halus dan jangan sampai kebablasan, jalan menuju pantai Ngedan masuk ke desa dan jalannya menjadi jalan cor-blok. Sekitar empat kilometer kemudian sampai juga di pantai Ngedan.

Entah kenapa kok bisa disebut Ngedan, dan mungkin juga sebenarnya Ngedan hanya salah satu bagian pantai di sekitaran tempat itu, karena biasanya warga sekitar memberi nama yang berbeda untuk tempat yang jaraknya tak lebih dari dua ratus meter. Dan dalam satu ‘kompleks’ pantai Ngedan itu terdiri dari beberapa macam ‘pilihan’ kenampakan pantainya. Bagian yang paling timur, yang paling dekat dengan jalan masuk ke pantai dan parkiran, adalah pantai berpasir putih. Kalau yang suka bermain pasir dan kungkum di air, akan cocok dengan tempat itu. Pun dekat dengan warung jajanan yang ada.

Sunset in Ngedan//embedr.flickr.com/assets/client-code.js
Matahari tenggelam, dilihat dari bukit di sebelah barat ‘camping ground’.

Bergeser lebih ke barat, mengikuti jalan setapak yang memang sudah dibikin seperti di sebuah taman, setelah diselingi bagian bukit yang sedikit menjorok ke arah laut, ada bagian pantai yang juga landai, namun lebih didominasi dengan batuan kecil, dan hanya sebagian kecil saja yang berpasir. Bagian pantai itu lebih panjang dari sebelumnya (yang paling timur), namun sedikit lebih curam. Tapi jika ingin bermain air pun masih bisa.

Pindah lebih ke barat lagi. Di bagian punggung karang yang menjorok jauh ke laut, dengan kiri-kanannya tebing vertikal yang cukup tinggi, di bagian ujungnya terdapat semacam gardu pandang yang cocok untuk menikmati pemandangan yang ada. Di kiri-kanan jalan setapak menuju gardu pandang itu terdapat beberapa gazebo dan warung kecil yang siap melayani pembeli.

Tepat di sebelah barat punggung karang itu, ada bagian pantai sempit yang menjorok ke daratan. Kalau dilihat dari gardu pandang, ombak yang datang masuk ke bagian pantai sempit itu bisa dibilang sangat besar. Namun mendekati daratan, ombaknya pun mengecil. Saat air surut, pantainya pun bisa digunakan untuk kungkum-kungkum, namun harus lebih berhati-hati karena tidak seperti bagian pantai yang di sebelah timur, dasar pantai itu adalah batu karang.

Di atas pantai sempit itu, atau di sebelah barat jalan setapak menuju gardu pandang, terdapat dataran yang cukup luas untuk berkemah. Ada sekitar tiga atau empat ‘tingkat’ tanah yang datar, pilih saja mana yang cocok untuk mendirikan tenda.

Camping under The Stars//embedr.flickr.com/assets/client-code.js
Malam bertabur bintang.

Kali itu, karena bertepatan dengan libur hari raya Waisak (kalau tidak salah), aku dan teman-teman pergi camping ke sana, dan kami memilih dataran tanah yang paling bawah, yang kalau mau ke pantai yang paling barat itu tinggal turun saja ke bawah. Dan ternyata sebelum kami sampai di sana sudah ada sekelompok orang yang sudah mendirikan tenda di sana.

Early Morning in Ngedan//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

Perjalanan bersepeda dari kota Jogja sampai pantai Ngedan terbayar sudah. Meskipun melewati berkali-kali tanjakan dan turunan, pada akhirnya akan diperoleh pemandangan yang luar biasa. Boleh lah sekali-kali menikmati pemandangan dan perjalanan dengan cara yang sedikit ‘kurang kerjaan’. Pun sekaligus menyalurkan hobi : piknik dengan sepeda, foto-foto, dan juga ‘pindah tidur’ beratapkan langit.

5 thoughts on “Pantai Ngedan, Satu Tempat Banyak Pilihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s