Sepeda Merah


A-Pro Bicycle with Vaude Raincover

Dari pertama kali ‘boleh naik’ sepeda merah A-Pro itu oleh Bapak, walkamdulilah baru tiga kali aku pernah jatuh saat naik di atasnya.

Pertama adalah saat mubeng kampung, dari Sagan ke arah selatan, perempatan Gramedia masih ke selatan, mengitari SMP 5 dan berbelok ke arah timur. Waktu itu kalau tidak salah sudah rampung SMP dan belum masuk SMA. Nah, jatuhnya itu pas di persimpangan (jalan searah ke timur) di depan gerbang SMA BoSa. Saat itu diserempet motor, tapi untungnya nggak parah, cuma lecet kecil dan sepeda pun baik-baik saja. Ternyata, yang menyerempet adalah teman se-SMP kemarin. ia sebenarnya ya belum boleh naik motor sendiri, lha wong umurnya belum sampai…

Yang kedua adalah sewaktu KKN di Tepus, Gunungkidul. Saat itu sore hari, dan kebetulan juga pas weekend. Biasanya aku turun ke pantai Siung itu pas pagi hari, pas sepi. Yang aku lupa adalah saat itu weekend itu, jadi ya lalu lintasnya lebih ramai daripada di pagi hari. Di sebuah belokan tipis, sekitar 1,5 km sebelum sampai pantai, jalannya yang memang menurun membuat asyik untuk nge-los rem. Tiba-tiba kaget saja ada mobil Karimun muncul dari arah pantai, berpapasan. Tak ada satu pun bagian yang menyenggol mobil, alias tak berserempetan. Tapi karena kaget itu tadi, langsung saja roda depan terperosok dari halusnya aspal dan jatuh sudah, badan juga terseret beberapa meter karena jalanan yang turun itu. Dan ternyata memang benar. Karena rada terseret itu, lengan tangan kanan di bawah siku luka lumayan lebar (dan lama kelamaan keluar darah juga), celana bagian kanan juga ada yang sobek. Untungnya waktu itu aku pakai sepatu, karena di sepatu kelihatan ‘luka’ yang agak lumayan juga. Untungnya pula sepeda tetap utuh, cuma stang saja yang agak belok ke arah kiri. Hehehe…
Lalu, karena itu sudah lebih dekat ke pantai, saat itu kuputuskan saja untuk lanjut ke pantai, meskipun badan ya agak njarem-njarem juga rasanya setelah jatuh tadi.

Yang ketiga, ini yang agak konyol. Saat lewat di depan kios-kios laundry di dekat Hotel Sala, Jl. Herman Yohanes, Sagan, kalau tidak salah waktu itu aku iseng-iseng lepas stang. Eee kok ya tiba-tiba sepeda agak ndleyor alias agak belok sendiri. Dan kemudian stang sebelah kiri menyenggol tembok pagar rumah, dan ‘brukk’, jatuh, ambruk ke kanan. Untungnya tak ada motor yang ada di belakangku. Dan mbak-mbaknya yang ada di laundry-an juga cuma agak melongo melihat aku tiba-tiba jatuh sendiri, padahal pelan-pelan. Khkhkhkh…..

Tapi memang asyik sepedaku itu. Sudah banyak ceritanya…..

3 thoughts on “Sepeda Merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s