Kiskendo – Sermo, Wuih Ternyata…..


20150314

“No excuse fot the late comer”, tulisan itu ada di sebuah papan yang dibawa oleh salah seorang siswi MtsN di Girimulyo, Kulon Progo, saat pulang sekolah, yang letaknya persis di pertigaan antara Kiskendo, ke timur ke arah Samigaluh, dan ke selatan ke arah Nanggulan.

Dari pertigaan itu, gua Kiskendo sudah tak terlalu jauh, hanya sekitar dua kilometer lagi. Tapi untuk sampai ke tempat itu, perjuangannya (apalagi naik sepeda) sangatlah bikin melet-melet.

The Crossroad and Go Up
Azis di depan MTsN, persis di pertigaan sebelum nanjak ke arah Kiskendo.

Jalanan berupa tanjakan sudah mulai dilahap sesaat setelah melewati perempatan Kenteng, Nanggulan. Apalagi di dekat pal km. 25, tanjakan yang bisa dibilang jalanan yang lurus, tapi kemiringannya bikin motor saja jalannya zig-zag saat menanjak. Kalau saya menyebutnya dengan ‘tanjakan ringin’, karena di akhir tanjakan itu ada pohon beringin besar, yang di bawahnya terdapat semacam kolam kecil untuk sumber air penduduk kampung di bawahnya. Tapi asyiknya, dari ketinggian itu, kota Jogja bisa kelihatan dari kejauhan. Apalagi setelah sampai di persimpangan dengan jalan yang berada di sebelah selatannya (berawal di sekitar 3 km selatan perempatan Kenteng), meskipun di atas bukit, namun jalanannya datar. Hehehee.Tepat di gang sebelah Pasar Jonggrangan, yang menjadi pusat keramaian di tempat itu, terdapat papan petunjuk arah ke Curug Setawing. Wah, objek wisata baru ini. Arahnya sih malah menunjuk masuk ke dalam perkampungan penduduk. Tapi entah di sananya, karena memang tidak masuk ke sana. Sekitar 200 meter sebelum pertigaan MtsN tadi, ada lagi papan petunjuk arah ke Curug Grojogan Sewu. Itu sepertinya juga baru, karena dulu saya pernah lewat tempat itu beberapa kali, belum ada papan petunjuk tersebut, atau mungkin objek yang dimaksud belum tereksplor, atau masyarakat sekitar belum memanfaatkannya sebagai ajang menambah kas desa atau dusun.

After Kenteng
Tak beberapa jauh setelah perempatan Kenteng, Nanggulan.

Taking Photograph of His Bike
Mas Rd sedang asyik memotret sepeda barunya, yang disiksa dengan tanjakan-tanjakan yang terlalu indah.

Long, Long, Long Uphill
Mempersiapkan fisik dan mental sebelum nanjak di ‘Tanjakan Ringin’.

I Have to be Strong!!
Mulai nanjak.

I'm Tired of All These
“Saya lelah dengan semua ini…”

View from km. 25 Roadside
Pemandangan dari tepi jalan di km. 25.

Yes, I Reach The End
Finish di Tanjakan Ringin.

I Like The House
Salah satu rumah penduduk yang selalu menarik untuk dilihat.

Me & The Sign
Penunjuk arah ke Curug Setawing.

Maybe They're Tired
Mungkin mereka mulai lelah.

Dari pertigaan dekat MtsN itu, jalan menuju Kiskendo menjadi lebih sempit dan menanjak. Tapi setelah sekitar satu kilometer, jalan yang semula sempit berubah menjadi lebar, mungkin dua kali lebar sebelumnya. Juga di situ ada objek wisata baru lagi, namanya Gunung Lanang. Kalau dilihat dari penampakannya, objek itu adalah semacam gardu pandang di atas perbukitan, untuk menikmati pemandangan sekitar.

Newly Opened Spot
Jalanan yang muali lebar dan objek wisata baru, Gunung Lanang.

Jalanan yang lebih lebar dan menurun membuat saat-saat terakhir menjelang sampai Kiskendo menjadi tak terasa. Dan benar saja, begitu saja sampai di parkirannya.

In The Parking Yard of Kiskendo
Akhirnya sampai juga di parkiran gua Kiskendo.

Sudah, finish. Karena memang tujuan awalnya ke Kiskendo itu. Tapi kok ya ada saja yang aneh-aneh. Revo yang komplit dengan dua panniernya ternyata punya acara di Waduk Sermo. Alhasil, saya, Mas Saktya, Azis dan Mas Rd akhirnya iya-iya saja buat melanjutkan ke arah Sermo.

Kembali ke Kiskendo. Objeknya adalah sebuah gua. Tapi kami tidak masuk ke dalamnya, atau sekedar melongok ke pintu masuknya saja pun tidak. Kami hanya menikmati hawa sejuk pegunungan Menoreh di parkirannya saja, sambil makan siang lotek. Hehehee.

Ngobrol dan ketawa-ketiwi itu memang tidak kerasa. Saat melihat jam, eh kok ya sudah jam 14.30 saja, sudah menjelang sore. Pun harus pulang ke Jogja. Maklum, malam Mingguan. Hehehee. Tapi yang masih jadi pikiran itu adalah jalan antara Kiskendo sampai ke Sermo itu, entah seberapa jauhnya, entah naik-turunnya seperti apa, entah jalanannya rusak atau mulus bagai paha (eh…). Tapi itulah yang bikin asyik.

Kebanyakan jalanan setelah Kiskendo yang menuju arah Sermo adalah turunan. Tapi jalannya menurut saya kok ya terlalu miring, terlalu curam. Bikin remnya jadi bunyi seperti tikus, “ciiitt.. ciiiiitt…..”. Namun tak beberapa jauh kemudian, ada sesuatu yang menarik. Dari pinggir jalan tampak ada semacam air terjun kecil, tapi ternyata itu adalah yang tampak saja dari pinggir jalan. Iseng-iseng blusukan ke semak-semak dan beberapa tanaman di kebun penduduk, akhirnya terlihat juga yang sebenarnya. Namanya curug Sigembor (karena di sana sudah ada tulisannya seperti itu). Air terjun yang lumayan deras, meskipun tersembunyi namun tak terlalu jauh dari tepi jalan. Warnanya asyik, antara putih kekuningan batuan yang ada di sekitar air terjun itu, tanah yang berwarna coklat, air yang tampak putih, dibingkai dengan hijaunya rerimbunan pohon di sekitarnya. Ahhhhh…..

Visible from The Roadside
Yang kelihatan dari pinggir jalan.

Sigembor Waterfall
Curug Sigembor.

Cukup. Jangan berlama-lama, karena masih harus pulang ke Jogja dan belum tahu jalannya seperti apa. Perjalanan ke Sermo pun dilanjutkan.

Ternyata eh ternyata, ada lagi objek wisata berupa air terjun yang ada di sekitar jalan antara Kiskendo-Sermo itu. Namanya air terjun Kembangsoka. Namun untuk mencapainya harus masuk agak jauh ke dalam perkampungan, berbeda dengan Curug Sigembor tadi, yang tak terlalu jauh dari jalan raya. Kami pun hanya berhenti sejenak di depan gapuranya, sembari istirahat karena naik-turun jalanan yang terlalu keren.

Up & Down The Road
Di depan gapura masuk ke Kembangsoka.

Sekitar lima kilometer dari parkiran gua Kiskendo tadi, sampai juga kami di sebuah persimpangan. Kalau ke arah barat, tulisannya ‘Sermo’, tapi katanya jaraknya jauh. Sedangkan kalau ke timur, tertulis ‘Kalibiru’, tapi katanya jalannya rusak, tapi lebih dekat sih. Logikanya, Kalibiru itu berada di ‘atas’ waduk Sermo. Jadi kalau kita menuju ke Kalibiru, otomatis ya menuju Sermo juga. Baiklah, akhirnya kami melewati jalan yang menuju Kalibiru itu.

Bad Road to Sermo
Jalan yang rusak menuju Kalibiru.

Sebelumnya, Revo sempat bertanya tentang kondisi jalannya ke seorang yang sedang berada di warung yang tak jauh dari persimpangan tadi. Katanya ya rusaknya cuma satu kilometer saja. Untungnya, apa yang dibilang mbak di warung tadi benar. Setelah jalanan rusak yang berupa batu-batu yang ditata sebagai pondasi, jalanannya berubah jadi jalan cor semen, tentu saja lebih halus daripada sebelumnya, dan kebanyakan adalah turunan. Hingga pada akhirnya, kami pun sampai di Kalibiru dan turun lagi sampai ke tepian Waduk Sermo. Ternyata, dari persimpangan yang tidak terlalu jelas tadi sampai ke tepian waduk lebih jauh, 8,8 km, daripada antara Kiskendo sampai ke persimpangan tadi, yang hanya 5,5 km. Waduh…

Setelah sampai Waduk Sermo, Revo yang memang punya acara bareng teman-temannya di sana menginap semalam di sana. Sedangkan sisanya, kami berempat pulang ke Jogja.

Hari itu sepedaannya komplit, nanjak-nanjak, kuliner lotek, wisata air terjun, blusuk desa, jalanan yang semi cross country, downhill meskipun jalan cor semen (bukan jalan offroad seperti pada umumnya downhill), dan tentu saja foto-foto. Hehehee. Gusti Di Atas juga sudah memberi keasyikan dengan tidak memberi hujan di hari itu…..

Wuih, ternyata, sepedaan hari itu asyik…..

14 thoughts on “Kiskendo – Sermo, Wuih Ternyata…..

    • Jam setengah 5 itu masih di pertigaan ra cetha jauh di atas Kalibiru. Kira-kira jam setengah 6 mampir sedhilut di rumah temen saya di Kalibiru. Baru jam menjelang magrib sampai tepian Sermo-nya. Hadèh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s