Sampai Mangunan


20140906

Sudah sejak sekitar seminggu sebelumnya aku ada rencana buat tanya-tanya ke Thiwul Ayu Mbok Sum. Ya, beberapa pertanyaan, menerima pesanan atau tidak, bla bla bla, dan yang jelas mencatat nomor teleponnya, andaikata suatu waktu ingin memesan dalam jumlah yang banyak. Sebenarnya sudah sejak beberapa tahun yang lalu aku sudah kenal dengan tempat itu, mulai dari dulu sejak lantainya masih berupa semenan sederhana, hingga sekarang yang di beberapa bagian sudah ada yang pakai ubin atau keramik.

Kali itu aku mengajak Mas Ridwan – Mas Rd alias Oom Warm alias akun warmorning di Flickrnya. Kebetulan beliau orang yang suka tantangan, dan yang jelas, dalam bersepeda, tantangannya adalah tanjakan. Kebetulan pula beliaunya Mas Rd juga belum pernah nanjak-nanjak ke arah Mangunan, dengan bersepeda. Tapi katanya beliau pernah lewat daerah itu dengan bermotor ria.

Lantas apa hubungannya thiwul ayu tadi dengan Mangunan? Ya tentu saja ada lah… Thiwul Ayu Mbok Sum letaknya di wilayah desa Mangunan. Hal lain yang terkenal dari Mangunan adalah hutan pinus dan kebun buahnya. Nah, kebanyakan orang merujuk kata ‘Mangunan’ itu kepada kebun buahnya.

Judul artikel ini, dengan kata ‘Mangunan’, merujuk pada kebun buahnya. Buatku, akhirnya tahu juga tempat yang diberi nama kebun buah Mangunan itu, meskipun saat itu aku dan Mas Rd tidak masuk ke dalam kompleksnya. Padahal katanya, di salah satu bagian di dalam kompleks kebun buah itu, kita bisa melihat pemandangan lembah Sungai Oya yang berkelok-kelok dari kejauhan. Tentu saja sudah banyak orang yang berfoto di tempat itu. Tapi, ah sudahlah. Karena sudah banyak orang yang melakukannya, hal itu sudah mainstream. Jadi kami cukup sekedar tahu saja tepatnya tempat itu.

Sebenarnya setelah dari kebun buah Mangunan, kami pun turun kembali ke Imogiri. Namun kami berdua tak lantas begitu saja pulang kembali ke Jogja, tapi kami muter dulu ke jembatan gantung Selopamioro. Nah, untuk cerita yang lebih panjang daripada artikel ini, mungkin bisa dibaca tulisan yang sudah dibikin oleh Mas Rd, dan beberapa gambar pemandangan di Selopamioro bisa dilihat di tulisan yang sudah ada sebelumnya.

Setelah berkegiatan fisik dengan bersepeda dan memperkaya iman dengan menikmati pemandangan alam, jangan sampai lupa makan siang menjelang sore lho ya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s