Botorubuh – Jungwok, Sunsèt yang Tersayang


20140529

Sebenarnya ini adalah cerita kadaluarsa alias basi, karena apa yang diceritakan dengan saat bercerita ini sudah ketinggalan sekitar 2 bulan. Haduh.

Merunut di postingan artikel sebelumnya, bahwa ada rencana ke pantai Botorubuh (Batarubuh), ternyata jadi kenyataan juga. Dan ternyata Botorubuh itu bukan pantai (menurut pendapat warga sekitar).

Pantai Wediombo menjadi tujuan awal. Ya, memang tujuan awal. Di mana di parkirannya kita bisa memarkirkan kendaraan dan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuruni beberapa anak tangga dari tempat parkir, menuju tepi pantai.

Karena awalnya hanya ‘katanya’ dan ‘katanya’, alias belum pernah tahu yang sebenarnya, maka salah seorang pemilik warung di tepi pantai menjadi sumber informasi untuk bisa tahu arah ke pantai yang namanya Botorubuh itu. Bapak pemilik warung berkata bahwa kalau jalan kaki sekitar satu jam, dengan menuju arah selatan mengikuti tepian pantai dan kemudian masuk ke jalan setapak setelah bagian pantai yang berpasir habis.

Memang benar apa yang dikatakan bapak pemilik warung, entah lupa siapa namanya. Setelah bagian berpasir hampir habis, ada papan penunjuk arah menuju pantai Jungwok. Heh? Pantai mana lagi itu? Apa bisa lewat jalan setapak itu untuk menuju Botorubuh?

Jungwok Sign

Hanya sekitar 400 meter saja (menurut tulisan yang tertera di beberapa papan penunjuk arah lainnya), sedikit berjalan ke arah timur dan tenggara, sampai juga di Pantai Jungwok. Jika pantai Wediombo menghadap ke arah barat, pantai Jungwok ini kalau tidak salah menghadap arah tenggara. Dan kebetulan saat itu angin berhembus kencang, tak seperti biasanya, dari arah tenggara.

Pantai Jungwok sebenarnya sudah tertera di peta wisata yang ada di parkiran pantai Wediombo. Cuma akses jalan yang masih berupa jalan setapak dan jalan tanah membuat orang yang kurang suka bertualang agak malas untuk menuju ke sana. Pemandangan di sana mungkin hampir sama dengan pantai-pantai di Gunungkidul pada umunya, namun memberikan suasana yang berbeda jika dibandingkan dengan apa yang ada di Wediombo. Karena akses jalan yang masih belum terbangun dengan baik, menjadikan pantai Jungwok terlihat lebih natural jika dibandingkan Wediombo.

Jungwok, The Beach

Meskipun agak susah untukmencapainya, di pantai Jungwok juga sudah ada dua warung yang menjual makanan ringan dan minuman. Dari cerita yang diperoleh dari ibu-ibu penjual makanan itu, pantai Botorubuh letaknya malah di sebelah barat dari Jungwok, alias harus sedikit berbalik menuju arah datangnya tadi. Cuma bedanya, jalan setapak ini letaknya mungkin sedikit lebih ke selatan, karena lebih mendekati bibir pantai.

Jungwok from Distance

Setelah sempat tersesat (tahu tersesat setelah tanya seorang bapak petani yang mau pulang. :D), akhirnya bisa sampai juga di pantai Botorubuh. Letaknya memang tersembunyi. Ya, bisa dibilang begitu. Karena dari jalan setapak pun masih harus menyabang lagi ke jalan setapak berikutnya yang lebih kecil, tanpa ada petunjuk tulisan atau penunjuk lain. Hal yang diingat-ingat adalah uraian yang dibilang oleh bapak petani tadi, dan akhirnya sampai juga.

Botorubuh Beach

Botorubuh,warga sekitar tidak menyebutnya dengan pantai, karena memang tidak ada pasir di tempat itu, dan hanya ada sedikit tempat yang landai. Jalan setapak akhirnya berakhir di sebuah sungai kecil yang bermuara di pantai karang Botorubuh itu. Setelah sedikit menuruni batuan karang dan ke tempat yang landai di bawahnya, baru terlihat jelas kenapa tempat itu dinamakan karang/pantai Botorubuh. Morfologi batuan di titik akhir sungai kecil itu, memanjang sampai sekitar 100 meter ke sebelah barat dan timurnya, memang terlihat berbeda dari batuan karang pada umumnya. Di tempat itu, batuan karang berbentuk menyerupai potongan-potongan batu yang berbentuk tabung yang disusun dengan rapi. Sedangkan umunya batu karang adalah lancip-lancip dan tajam, mudah melukai kulit. Meskipun lebih mirip bentuk tabung daripada bentuk bata, jauh dari nama Botorubuh, namun hal tersebut menjdaikan tempat itu berbeda dari tempat lainnya. Bentuk batuan yang khas itu menjadi penandanya, dan mungkin saja hanya ada di tempat itu, tak ada di tempat yang lain…

Another Sunset

Kebetulan, saat tiba di pantai Botorubuh itu, hampir bertepatan dengan tenggelamnya matahari. Sunset, itu yang sedikit terlewatkan. Karena dari tempat itu, kembalinya mentari ke peraduannya sedikit terhalang oleh bukit sekitar 200 meter di sebelah barat… Ya, paling tidak sore itu bisa menikmati tiga pantai…

3 thoughts on “Botorubuh – Jungwok, Sunsèt yang Tersayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s