Tentang Romantis


Before The Rainfall

20140515

Kak Dini Pramita pernah berujar via pesan singkatnya yang masuk ke hapeku :
“Terkadang keromantisan itu datang tanpa sengaja, mengantarkan kita pada hal yang tak terduga dan mungkin mengubah jalan nurani kita… “

Ya, itu pesan singkat yang dikirimkannya beberapa hari yang lalu. Aku suka istilahnya, ‘romantis’, yang menurutku menunjukkan kemesraan kita pada sesuatu yang kita yakini dan yang kita lakukan. Tapi untuk quote di atas, silakan diterjemahkan saja sesuai interpretasi masing-masing saja (tumben ada kata-kata semi modern di paragraf ini; Hehehe).

Mungkin sudah seminggu terakhir ini, cuaca di Jogja sedikit bisa diprediksi. Siang hari begitu teriknya, dan ternyata rasanya memang benar-benar menyengat. Kaki yang hanya sandalan saat keluar sebentar di siang hari menjadi perasanya. Sedangkan menjelang malam dan malam harinya, mungkin masih terasa sedikit gerah, namun tak jarang di beberapa tempat turun gerimis bahkan hujan yang lumayan deras.

Hujan sering diibaratkan dan dikaitkan dengan berkah. Contoh yang jelas adalah saat perayaan Tahun Baru Cina alias Imlek. Orang-orang yang merayakannya mengharapkan malam di sekitaran hari itu turun hujan sebagai perlambang berkah. Dan hubungannya dengan beberapa hari ini, hujan adalah berkah. Meskipun di tempat lain hujan sebentar saja bisa menyebabkan banjir, namun kali ini tidak membahas tentang hal merugikan itu.

Namun kadang keinginan manusia memang terbolak-balik. Saat panas terik, inginnya jadi mendung, bahkan mungkin hujan. Kebalikannya, saat hujan turun dengan semi deras, malah maunya terang benderang tidak hujan. Dan sebagai manusia lumrah, aku juga seperti itu.

Saat menjelang hujan menurutku adalah saat-saat yang menyenangkan. ‘Menyenangkan’, karena bisa membuat galau, apa jadi pergi atau nanti saja setelah hujan reda. Juga menjadi saat paling dekat akan turunnya perwujudan salah satu bentuk berkah. Ya, air adalah sumber kehidupan. Tanpa air, tak ada biji yang mampu tumbuh menjadi individu tumbuhan baru. Dan, sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Hohoho…

Berkah? Musibah? Segala sesuatu berwujud dan dimaknai berdasarkan konteks kalimatnya. Hujan adalah salah satu berkah Tuhan yang wajib disyukuri. Dan menurutku, hal itu adalah hal yang romantis. Rasa syukur yang sangat, entah sedikit entah banyak, bisa mendekatkan kita pada yang namanya Tuhan, entah juga Tuhan dalam bentuk apa (karena tiap orang punya kepercayaannya masing-masing). Semoga dengan rasa syukur itu, bisa menjadikan kesadaran bahwa manusia hanyalah onderdil kecil dari sistem yang ada di jagat raya ini.

2 thoughts on “Tentang Romantis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s