Kudus Setengah Hari


20140406

Judul artikel di atas sepertinya bisa mewakili cerita yang ada di kalimat dan paragraf berikutnya, dalam tulisan ini. Memang benar seperti itu. Kudus, kota di Jawa Tengah bagian utara, dalam waktu kurang dari 24 jam.

Seperti sebuah kewajiban, saat dua minggu sebelumnya mendapat SMS dari Mbak Cipluk, teman nyepeda dari Kudus, yang katanya mau menikah. Isi SMS itu cukup singkat, “Awas nek gak teka.” Kalau tak salah bunyinya seperti itu. Ya karena wujudnya yang seperti sebuah ancaman, maka kemudian menjadikan hal itu wajib untuk diacuhkan. Walah, jangan sampai kebalik dengan istilah ‘acuh tak acuh’…

Mas Danang Moakh juga demikian. Dia juga dikirimi SMS dengan isi yang hampir sama. Maka dirancanglah rencana untuk pergi ‘dolan’ ke Kudus. Rencana pokoknya adalah pergi ke sana dengan bus malam. Perkiraannya, dari Jogja berangkat sekitaran tengah malam, maka akan sampai Kudus di pagi harinya, beberapa jam sebelum acara nikahan itu mulai.

Mas Andi sepertinya juga sedikit tergelitik dengan acara nikahan tersebut. Mungkin dia melihatnya di ‘event’ yang ada di Facebook. Dan dia pun bertanya-tanya siapa saja yang akan berangkat ke Kudus. Hingga pada akhirnya, awalnya hanya bertiga saja, aku, Mas Danang dan Mas Andi. Namun akhirnya jadi berempat karena ketambahan Mas Bagas yang baru saja pulang ngelayap di tengah malam dengan sepedanya.

Bus malam memang super cepat. Rasanya menurutku seperti naik roller-coaster (padahal ya aku juga belum pernah naik yang namanya roller-coaster). Apalagi di jalanan yang naik turun dan banyak belokan, seperti jalan raya dari Kartasura sampai Semarang, yang konturnya selalu dinamis. Halah. Dari Janti sekitar jam 01.30 dini hari, sampai depan terminal Terboyo Semarang menjelang waktu subuh, sekitar jam 04.30. Dan tak beberapa lama, ada juga bus jurusan Surabaya, yang tentu saja lewat Kudus. Tak sampai 45 menit, kami tiba juga di depan terminal Kudus. Saat itu sekitar jam 05.30. Jadi, dari Jogja sampai ke Kudus hanya butuh waktu 4 jam!!

Pagi itu terminal masih sangat sepi. Tapi di belakang terminal sudah tampak beberapa angkot kecil dengan beragam jurusan dalam kota Kudus. Sembari leyeh-leyeh di mushola terminal, kami bertanya pada seorang pegawai terminal yang sedang senam pagi sendirian, angkot mana yang akan kami naiki nanti.

Ternyata hampir di setiap kota saat ini ada acara ‘Car Free Day’ di hari Minggu pagi. Kudus pun demikian. Angkot yang kami naiki mengantar hingga ke ujung jalan sebelum alun-alun kota. Dari kejauhan sudah terlihat kerumunan orang. Ada yang sedang senam massal, ada yang badminton dengan anaknya, dan banyak sekali orang yang berlalu lalang dengan sepeda mereka.

In front of Kudus Government Office

Tepat di jalan yang mengelilingi alun-alun, banyak sekali orang yang berkeliling dengan bersepeda dan berlari. Ada pula yang hanya jalan-jalan santai dengan anaknya. Pun ada yang hanya duduk-duduk di trotoar sekeliling tempat itu. Di sebelah utara alun-alun ada kantor bupati Kudus. Aku sempatkan sekali dua kali jepret di tempat itu.

Panasnya kota Kudus. Meskipun belum ada jam 8 pagi, tapi rasanya sudah lebih dari jam 10 saja. Karena panasnya itu, maka kami mencari tempat sarapan yang tak jauh dari alun-alun. Ada tempat kalau tak salah namanya Pusat Kuliner Kudus atau apa persisnya aku lupa. Mas Danang yang sebelumnya sudah pernah dolan ke Kudus memilih menu sarapan soto kudus yang berdaging kerbau. Cocok lah.

Soto Kudus (original)

Setelah sarapan dan sebelum menyambangi si empunya gawe, kami berempat mampir di sebuah masjid di dekat rumah Mbak Cipluk. Leyeh-leyeh, ngisis dan mandi. Jadi saat tiba di acaranya jadi seger lagi.

Sekitar jam 10, kami beranjak menuju tempat berlangsungnya acara. Saat persis kami tiba, acara ternyata belum mulai. Namun di sana sudah ada beberapa tamu yang sudah datang, dan tentu saja beberapa teman sepeda yang sudah datang sejak sehari sebelumnya. Dari beberapa (lebih dari 3 orang) yang kenal karena bersepeda, yang kukenal cuma Miss Nanna dan Mbak Ranz.

Baru sekitar jam 11 tamu-tamu mulai ramai berdatangan. Teman-teman pesepeda dari Semarang (rombongan Bike 2 Work dan Federal Semarang) juga datang. Beberapa teman Mbak Cipluk dari ibukota pun ada yang datang. Dan acara selanjutnya seperti umumnya yang terjadi di acara kondangan alias njagong manten, mengambil menu makanan sembari ngobrol kesana kemari dengan teman-teman yang ada di situ.

Federal Couple

Oiya, hampir lupa. Acara nikahan ini adalah nikahan antara Mbak Diah Cipluk dengan Cak Wawa alias Mas Muhamad Soleh yang aslinya dari Sidoarjo. Pun keduanya sama ‘pekok’nya menurutku. Hahahaa…

Sesaaat setelah azan dzuhur, kami berpamitan pulang. Pulangnya bareng dengan rombongan Federal Semarang sampai di depan terminal Terboyo. Dan dilanjutkan dengan naik bus lagi kembali ke Jogja.

Mbak Cipluk & Cak Wawa Wedding Party

Sekitar jam 14.30 kami naik bus patas jurusan Jogja. Dan setelah duduk di kursi, langsung saja kusandarkan dengkul ke sandaran kursi yang ada di depanku, dan berusaha untuk melelapkan diri. Sejenak terbangun, eeh, sudah sampai di pertigaan Bawen, dan kemudian mak ler lagi. Karena memang ngantuknya, jadi waktu pulang tidur rasanya terasa lebih nikmat. Bangun-bangun sudah masuk wilayah Magelang, dan setelahnya melek terus sampai di terminal Jombor. Jam 18.15 kami pun sampai di Jombor, Tapi perjalanan belum berakhir. Dari terminal Jombor masih harus sampai ke rumah masing-masing dulu. Dan itulah dolan ke Kudus dalam waktu kurang dari 24 jam.

4 thoughts on “Kudus Setengah Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s