Bidadari….. (lagi-lagi Pantai Siung)


20140315-16

Power Metal - Bidadari

Langit cerah membias cahaya
Di atas debur ombak menari
Kibasan rambutmu terurai
Kala kutatap indah matamu…

Walau hadirku, untuk sejenak
Kau hadirkan tembang-tembang lagu cinta…

Bait pertama dan sedikit bait kedua dari lagu Bidadari-nya Power Metal mewakili pagi itu di pantai Siung. Rombongan sebelah yang sedari kemarin sore leyeh-leyeh dan kemduian mendirikan tenda tak jauh dari tempatku tiduran sudah berkemas-kemas entah mau melanjutkan pulang atau ke mana lagi. Salah satu dari anggota rombongan yang kalau tak salah dari MapaSTIE (STIE YKPN) adalah seorang perempuan yang ada di gambar di atas. Entah siapa namanya, karena memang tidak kenal dantidak ada niatan untuk berkenalan, dengan rambut yang lebih dari sebahu, berjalan di tepi pantai yang berpasir putih, saat itu kebetulan sedang sendirian, dan menurutku sangat cocok lagu Bidadari di awal paragraf ini.

Sejak berkali-kali dolan ke pantai Siung, baru kali ini kesampaian menginap di pantai. Itu pun dengan tenda. Baiklah. Tendanya pun bukan punyaku, tapi punya Kak Revo. Ya, memang sepedaan kali ini Cuma berdua dengan Kak Revo. Maklum, masih bujang dan ingin mengisi kekosongan di malam Minggu.

Jalan menuju pantai Siung tak usah dibahas. Berkelok-keloknya, naik-turunnya, hal-hal itu mungkin sudah ada di beberapa artikel sebelum artikel ini.

Camping on The Beach
Minggu pagi di Pantai Siung.

Sabtu sore sehari sebelumnya, saat persis sampai di pantai Siung, baru ada tiga atau empat tenda saja berdiri. Maka kami berdua pun mendirikan tenda tak jauh dari parkiran kendaraan, di dekat pohon pandan laut yang cukup rindang. Malam itu dihabiskan dengan ngobrol-ngobrol entah ke mana dan sampai di mana. Namun satu hal yang secara tak sengaja tercatat adalah semakin malam, orang-orang yang datang semakin banyak. Kalau tak salah, ada beberapa rombongan motor yang datang bagaikan saat mereka touring dengan banyak anggota. Beberapa kendaraan roda empat juga datang malam itu. Keramaian pun bertambah saat ada beberapa pemuda yang sengaja main air di malam hari, dan kemudian mereka bikin api unggun yang tak terlalu besar, tak jauh dari depan tenda. Kebanyakan yang datang menurutku adalah penggiat alam bebas, yang menyengaja menghabiskan malam itu untuk bermalam di pantai Siung.

Ciri khas laut selatan Jawa adalah ombaknya yang terdengar berdebur begitu keras. Tiap pindah posisi tidur, pasti sedikit terjaga, dan kemudian bablas tidur lagi. Entah jam berapa, namun di lewat tengah malam itu, ada yang baru saja datang dan dengan asyiknya bernyanyi sambil diiringi gitar bolong.

Pagi harinya, meskipun sebenarnya sudah terbangun sejak matahari masih mintip-mintip sinarnya, aku keluar tenda setelah agak panas. Wuahhh, banyak nian tenda yang didirikan di sepanjang pantai. Dari yang awalnya hanya empat tenda saja, pagi itu banyak sekali jumlahnya. Yayaya, ternyata memang malam Mingguan di pantai itu banyak peminatnya.

Dan kemudian kembali ke awal artikel ini, kuambil kamera, dan kuarahkan ke seorang gadis itu tadi. Paling tidak, kenikmatan yang telah diberikan Tuhan untuk umatNya harus disyukuri dan dinikmati dengan semestinya dan sepantasnya.

One thought on “Bidadari….. (lagi-lagi Pantai Siung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s