Candi Ijo di Sore Hari


20131006

Beberapa teman pernah bilang jika Candi Ijo adalah candi yang letaknya paling tinggi jika dibandingkan dengan candi-candi lainnya di wilayah Yogyakarta. Aku sendiri ya percaya saja tentang hal itu, karena memang aku belum pernah tahu, pun belum pernah membaca referensi hal tersebut.

Namun jika dilhat dan dirasakan saat menuju tempat di mana Candi Ijo berada, hal itu mungkin benar adanya. Candi Ijo masih berada di wilayah kecamatan Prambanan, Sleman. Letaknya tak jauh dari objek wisata lain yang cukup terkenal, yaitu kompleks Ratu Boko. Dari jalan raya Prambanan-Piyungan, Candi Ijo masuk ke arah timur sejauh kira-kira empat kilometer. Tapi jangan dibayangkan kalau jarak empat kilometer itu adalah jalan datar. Jarak sejauh itu hanya sekitar satu kilometer awal saja yang datar, sisanya berupa tanjakan, sebagian landai, sebagian lain lumayan curam.

Jalan menanjak sekitar tiga kilometer semuanya telah tertutupi dengan aspal. Namun karena konturnya yang berupa perbukitan, serta sering pula dilewati oleh truk-truk yang mengangkut barang tambang berupa batu kapur, di beberapa bagian jalan tersebut ada yang berlubang dan aspalnya tergulung.

Sore itu, sengaja aku datang ke Candi Ijo sekitar satu jam sebelum waktu maghrib, sekitar pukul 16.30. Kebetulan saat itu tak terlalu panas, tak juga mendung tebal. Sampai di sana, ternyata lumayan banyak juga orang datang berkunjung. Kalau tak salah ada empat mobil serta lebih dari 6-8 buah sepeda motor. Setelah mengisi buku tamu, langsung aku menuju candi, dan benar saja. Beberapa pemuda duduk di pelataran pojok timur laur. Di candi utama, ada beberapa pengunjung dari negeri manca pula. Ada pula dua pasang yang mungkin mahasiswa asyik berfoto dengan mengambil latar belakang candi.

Baru kali itu aku ke Candi Ijo dan memasuki pelataran dan bangunan candi. Sebelumnya, sudah dua atau tiga kali aku ke tempat itu dengan sepedaan, tapi hanya sekedar sampai saja, dan tidak ‘menjelajahi’ lebih lanjut. Karena aku sampai di Candi Ijo sudah kelewat sore, maka kubablaskan saja sampai saat matahari terbenam. Sesaat sebelum matahari benar-benar tenggelam dan menjadi gelap, aku pun beranjak pulang.

Sebenarnya aku juga berniat untuk iseng memotret, entah objeknya candi atau hal yang lain yang ada saat itu. Dan berikut adalah beberapa hasil jepretan iseng saat itu:

The Tourists
Bangunan candi utama dan beberapa turis manca yang mengunjunginya.

Candi Ijo (Ijo Temple)
Kompleks candi Ijo.

Local Visitor
Seorang turis domestik yang sepertinya menunggu temannya untuk memotret dirinya. Sebenarnya aku tak bermaksud untuk mengambil foto ini. Tapi saat itu, sepertinya kok bisa jadi hasil potret yang bagus. Maka, jadilah foto ini.

Sunset in The Past Civilization
Sesaat menjelang matahari benar-benar menghilang di cakrawala.

Di tulisan ini tak dibahas tentang Candi Ijo secara jelas; apakah candi Buddha/Hindu? ; sejarahnya? ; pengelolaannya? ; dan hal yang lain lagi. Tulisan ini hanya berisi sekelumit tentang lokasi Candi Ijo dan beberapa gambar yang bisa mewakili pemandangan candi tersebut. Dan ketidaklengkapan artikel ini mungkin akan mengusik rasa ingin tahu dari pembaca untuk menengok Candi Ijo lebih lanjut. Jadi, main-mainlah ke sana….. :)

4 thoughts on “Candi Ijo di Sore Hari

  1. Pingback: Turnamen Foto Perjalanan Ronde 56 | AyahAlmira

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s