Festival Ramayana Internasional 2013


20130906-09

Tidak seperti pergelaran sendratari Ramayana yang biasanya. Kali ini, sendratari Ramayana yang diadakan di panggung terbuka Ramayana kompleks Candi Prambanan adalah Festival Ramayana Internasional, dari tanggal 6 hingga 9 September 2013 yang lalu.

Festival Internasional ini adalah yang kedua kalinya diadakan di tempat itu. Sebelumnya, kalau tidak salah, festival yang pertama diadakan sewaktu Indonesia masih dipimpin oleh Bung Karno, alias di awal tahun 60-an.

Festival ini disebut dengan embel-embel ‘internasional’ karena memang menampilkan kontingen atau kelompok penari dari beberapa negara yang mengenal cerita Ramayana. Beberapa negara yang turut ikut dalam festival ini adalah dari India, Thailand, Kamboja dan tentu saja kontingen dari Indonesia. Indonesia sendiri menampilkan dua kontingen. Satu kontingen adalah dari Yogyakarta, sebagai tuan rumah, dan satu lagi adalah kontingen dari Bali.

Cerita Ramayana yang bisa disebut pendek, dibagi menjadi 10 sub-cerita yang dibawakan oleh masing-masing kontingen. Tiap-tiap kontingen membawakan cerita sesuai karakteristiknya masing-masing, sehingga menarik untuk ditonton.

Aku secara tak sengaja mendapat ajakan dari temanku, Mbak Auva, untuk menonton pertunjukan di hari pertama. Saat itu, kalau tak salah, penampilan pertama adalah dari kontingen India. Bisa dikatakan penampilan kontingen India hampir mirip dengan gerak dan lagu, karena suara sudah direkam sebelumnya, dan para pemain bergerak atau menari mengikuti suara rekaman tersebut. Tak ada pemain ‘gamelan’ yang mengiringi musik latar. Semuanya sudah berupa rekaman.

Masih di hari pertama, penampil kedua adalah dari Thailand (kalau tidak salah). Berbeda dari India, kontingen Thailand membawakan musik pengiringnya secara langsung. Para ‘niyaga’ memainkan musik khas Thailand. Entahlah sebenarnya musik itu khas Thailand atau bukan, tapi tiap-tiap negara seperti memiliki kekhasannya masing-masing.

Under The Spotlight
Di bawah sorot lampu panggung.

Open Air Theatre Landscape
Lanskap panggung terbuka Ramayana di kompleks Candi Prambanan.

Di hari keempat, aku datang lagi ke festival tersebut. Kali ini dengan beberapa saudaraku. Ya, karena sebelumnya memang sudah mendapatkan tiket masuk untuk hari keempat itu. Ada dua penampil di hari keempat itu. Tapi aku lupa, penampil pertama berasal dari kontingen mana. Penampil terakhir adalah kontingen dari Bali. Memang benar-benar berbeda dari penampil sebelumnya. Karena festival ini adalah festival internasional, kontingen Bali ternyata sudah menyiapkan narasi yang berbahasa Inggris, jadi tak hanya melulu bahasa Bali saja. Personil atau penari yang tampil pun luar biasa banyak. Ditambah dengan ‘kejutan’ Dasamuka atau Rahwana dalam ukuran raksasa, meskipun hanya berupa boneka besar yang diusung dan digerakkan oleh beberapa orang.

Bali Contingent
Penampilan puncak dari kontingen Bali.

Ya. Malam keempat atau malam terakhir saat itu ditutup dengan penampilan yang luar biasa, dan kurasa sangat ssesuai sebagai penampil pamungkas.

The Crowd
Suasana panggung sesaat setelah selesainya seluruh penampilan para kontingen. Puluhan bahkan ratusan orang mencoba untuk mengabadikan momen yang jarang terjadi.

My Mother and Her 'Granddaughters'
Para saudari dan ibuku.

Entah tahun depan, entah dua tahun lagi, entah masih di Indonesia, atau sudah pindah ke negara lain, festival Ramayana Internasional berikutnya akan diadakan.

2 thoughts on “Festival Ramayana Internasional 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s