Kaliurang Nightride


20130802

Puasa tak hanya menahan lapar dan haus dari mulai dari sebelum terbitnya matahari sampai setelah tenggelam matahari, tapi juga menahan nafsu untuk tidak ngebut. Apalagi saat di tengah-tengah ramainya kendaraan, saat motor dan mobil sudah agak susah untuk melaju, sepeda masih bisa menyisip di antaranya. Kalu sampai kalap ngebutnya, bisa-bisa Cuma bisa ‘melet-melet’ sampai sore hari karena saking hausnya.

Karena sedang puasa, maka kebanyakan acara sepedaan bareng teman-teman berpindah jam tayang menjadi sore atau malam hari. Termasuk hari itu, saat ada rencana untuk sepedaan ke Kaliurang malam-malam alias nightride (NR).

NR keliling kota sudah biasa, apalagi saat bukan bulan puasa, pun itu seringnya dilanjutkan dengan jajan makan malam entah di mana. Kali ini, NR-nya sengaja mencari tempat yang dingin dan sepi. Di bulan puasa ini malam hari terasa lebih dingin dibanding beberapa bulan sebelumnya. Kata orang Jawa, saat ini sedang musim ‘bedhidhing’ alias pancaroba, jadi dinginnya bukan kepalang.

Jam 9 malam, kami janjian kumpul di perempatan Kentungan. Ternyata yang datang ada empat orang, yakni aku, Mas Andi (yang sudah nggak gondrong lagi), Saktya dan Bagus Prakoso. Pelan-pelan kami mulai merangkak naik sepanjang Jalan Kaliurang.

Mengayuh pun pelan-pelan saja. Menurut angka yang muncul di cyclometer, kecepatan rata-rata hanya sekitar 10-14 km/jam. Tapi karena hawa yang dingin dan bareng-bareng, tak terasa sampai juga di dekat kampus UII Jl. Kaliurang km. 14 dan mampir sebentar untuk menambah ‘amunisi’ di sebuah warung 24 jam, juga sembari istirahat.

Kaliurang tinggal 7-8 km lagi dari situ, namun tujuan kami hanya sampai TPR (Tempat Pemungutan Retribusi) saja. Setelah Pakem, jalanan menjadi semakin sepi dan temperatur pun rasanya semakin dingin. Beberapa pengendara motor masih ada yang melaju ke atas, kebanyakan berpasangan, laki-laki dan perempuan, mungkin saja untuk ‘menikmati malam’ di Kaliurang.

Sepanjang 7-8 km itu kami lebih sering berhenti untuk beristirahat, meskipun saat itu tak terasa berkeringat karena dinginna udara. Sekitar tengah malam, kami pun sampai di TPR, dan itulah tujuan akhir malam itu.

A Cup for Four

Mas Andi yang membawa gula dan kopi, Bagus P yang membawa kompor mini, gas dan gelasnya, aku yang menyumbang sedikit air dan beberapa cookies Togo, dan Mas Saktya yang turut menikmati malam itu. Kemudian, dibuatlah segelas kopi panas yang dinikmati bersama.

TPR Kaliurang, Sabtu 3 Agustus 2013, pukul 01.32 WIB.
Midnight in Kaliurang

Dari rumah, aku sudah menyiapkan termometer untuk mengukur suhu udara di sana. Dan ternyata saat itu di Kaliurang suhu udaranya 19 derajat Celsius. Awalnya tak terasa dingin karena baru saja sampai di tempat itu, namun lama kelamaan ya terasa makin dingin juga.

One thought on “Kaliurang Nightride

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s