Balerante, Lereng Tenggara Merapi


20121013

Pertama kali mendengar nama Balerante adalah saat aku iseng-iseng bersepeda ke Kali Gendol, Cangkringan, kira-kira tiga bulan setelah erupsi Merapi 2010. Saat itu aku hanya sendirian, ketika kemudian beberapa orang dari rombongan dari Dayu, yang juga tengah bersepeda di situ, mengajakku ke Balerante, meskipun kemudian tujuan akhir mereka adalah objek wisata Deles, yang ada di Klaten bagian utara.

Kali Gendol, Cangkringan, Oktober 2012
IMG_2617 2

Balerante pun sudah masuk wilayah administratif kabupaten Klaten, yang termasuk wilayah kecamatan Kemalang. Sepanjang 6 km jalan menanjak ke arah utara dari timur Cangkringan, di sebelah barat jalan adalah wilayah Sleman, di timur jalan masuk wilayah Klaten. Meskipun sebenarnya tak jauh, hanya 6 km dari Cangkringan, namun tanjakannya tak ada putusnya. Jalanan selalu menanjak, dengan di beberapa bagian ada yang bisa santai karena landai, di beberapa bagian lain harus sampai ngos-ngosan.

Istirahat sejenak, sekitar 2 km sebelum sampai Balerante
IMG_2620 2

Ketinggian Balerante hampir sama dengan Bebeng di lereng selatan Merapi, namun dengan jalan yang lebih landai dan lebih lapang. Meskipun lebih lebar, namun kita harus tetap berhati-hati karena jalan itu juga menjadi jalan untuk truk-truk pasir menambang pasir dari Kali Gendol. Karena saking seringnya dilewati truk bermuatan pasir saat turun, jalan aspal di sebelah barat masih banyak utuh, sedangkan yang di sisi timur sudah banyak yang jadi cekung dan berlubang. Selain itu, saat musim kemarau, debunya bisa jadi luar biasa banyak. Maka disarankan untuk membawa masker atau sejeisnya agar tak menghirup banyak debu dari truk-truk yang berlalu lalang.

Ternyata ada angkringan di tempat yang setinggi itu
IMG_2621 2

Menu di angkringan
IMG_2622 2

Sayang, Merapi-nya sedikit tertutup mega
IMG_2623 2

Balerante adalah desa tertinggi di lereng tenggara Merapi. Saat erupsi Merapi 2010, akses jalan hanya bisa dari daerah Manisrenggo naik ke utara, karena jalan dari Cangkringan terputus oleh lahar dingin Kali Gendol. Kalau tidak salah, Balerante pun juga terkena sedikit awan panas Merapi. Beberapa bangunan di sana sampai saat ini masih ada yang dibiarkan begitu saja, rusak, sebagai kenangan dari peristiwa itu. Namun perkembangan masyarakat di sana tampaknya cukup maju, dan masyarakat mau membangun kembali desanya. Hal itu tampak dari beberapa bangunan baru yang ada di perkampungan. Instalasi air bersih pun sudah kembali mengalir.

Di depan SD Balerante
IMG_2629 2

Prasasti Erupsi Merapi 2010
IMG_2632 2

Di beberapa tempat di bawah Balerante, di anak sungai Woro, juga dibangun jembatan gantung baru, sehingga akses jalan dari desa di seberang sungai ke jalan utama bisa kembali pulih. Meskipun sebenarnya adalah sarana umum, namun tempat tersebut menarik juga untuk menjadi tempat istirahat sejenak bagi yang iseng bersepeda ke Balerante. Pun bisa jadi tempat menarik berfoto.

IMG_2644 2

One thought on “Balerante, Lereng Tenggara Merapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s