Magelang, dilanjut ke Borobudur


20120513

0 km Magelang.

Magelang terkenal dengan makanannya, yaitu getuk. Salah satu yang terkenal tentu saja bermerek dagang Getuk Trio. Getuk tiga lapis dengan warna yang berbeda, biasanya coklat, putih dan merah.

Apa kaitannya sepedaan kali ini dengan getuk? Tentu saja ada.

Sebenarnya, Cuma niatanku yang pengen ke Borobudur. Lalu aku pun iseng-iseng mengajak Pak Supri yang doyan juga sepedaan antarkota. Ternyata Pak Supri memberitahu juga teman-teman yang lain. Akhirnya ada juga Mas Andi Mardianto, Mas Haryo Tebe dan Mas Ferdian Fer. Kami berempat, minus Mas Tebe, berkumpul di dekat Terminal Jombor jam 06.00. Kemudian Mas Tebe menunggu di lapangan Denggung.

Sampai di pasar Sleman, kami mampir warung sebentar, sekedar mengisi perut dengan minuman manis dan sedikit camilan. Setelah cukup, kami pun mengayuh pedal lagi.

Sebenarnya, ada tujuan apa kok sepedaan ke Magelang dan Borobudur? Awalnya, aku tahu dari internet kalau ada rombongan dari Semarang yang mengadakan touring Semarang-Borobudur. Kebetulan ada teman dari Facebook yang juga ikut dalam acara tersebut. Jadi kami janjian untuk bisa ketemuan di Borobudur nanti. Sedangkan tujuan ke Magelang? Nah, sebelumnya Pak Supri sudah pernah sepedaan sendiri ke Magelang, untuk hunting sepeda Federal. Mas Andi yang tertarik dengan hal itu jadi galau dan akhirnya memutuskan untuk jadi ikut ke Magelang.

Di Magelang, kami cukup lama berhenti di depan klenteng, di pojokan alun-alun Magelang kota. Dari utara, ternyata rombongan pesepeda dari Semarang sudah ada yang datang. Mereka datang terpisah-pisah, tidak berada dalam satu rombongan. Kebanyakan menggunakan sepeda balap (road bike). Di depan klenteng itu juga kami ketemu kenalan Pak Supri yang memang orang Magelang, penggiat sepeda onthel di kota Magelang. Mas Ferdian Cuma sebentar di Magelang. Karena ada acara lain, dia pun pulang lebih dulu ke Jogja.

Setelah beberapa saat, kami pun diajak ke Pasar Gotong Royong, di mana di bagian belakang pasar itu ada beberapa kios yang memang berjualan sepeda. Ada yang masih baru, tapi ada juga sepeda second (bekas). Mas Andi yang sebelumnya kepengen sepeda Federal cewek pun jadi lebih serius meilih-milih. Sepeda Federal seri Pussy Cat-Pathfinder. Ternyata eh ternyata, setelah beberapa kali berputar-putar di beberapa kios, sepeda yang diidamkan tidak ada. Ternyata sudah terjual seminggu yang lalu. Demikian selanjutnya, Mas Andi tidak jadi beli sepeda.

Selepas dari Pasar Gotong Royong, aku dan Pak Supri langsung menuju ke Borobudur, sedangkan Mas Tebe dan Mas Andi masih di Magelang, dan kembali ke awal cerita ini, membeli oleh-oleh getuk Trio dari Magelang…

Pak Supri dan aku sampai di Borobudur sekitar jam 11 siang, dan langsung masuk ke area parkir di dekat Hotel Manohara, di dalam kompleks Candi Borobudur. Beberapa saat aku smsan dengan kenalan dari Facebook, yaitu Mas Hamid Aminudian dan Mas Dapit Glori. Sebelumnya, aku sudah pernah sepedaan bareng Mas Dapit sewaktu mengantar rombongan Srikandi ke Purworejo. Sedangkan dengan Mas Hamid, aku belum pernah ketemu sebelumnya.

Setelah beberapa kali berputar area itu, akhirnya ketemu juga dengan Mas Dapit dan kami mengobrol sejenak, sebelum dia akhirnya pulang ke Jepara bareng rombongannya. Di mana Mas Hamid? Sudah beberapa kali aku sms, tapi belum dibalas juga. Sedikit lewat tengah hari, akhirnya aku dan Pak Supri keluar kompleks dan mampir di angkringan. Ketika sesaat di angkringan, telepon genggamku berdering, dan ternyata Mas Hamid menelepon. Akhirnya kami ketemu di dekat pintu masuk kompleks, dan Mas Hamid pengen ketemu juga dengan Pak Supri. AKhirnya kami bertiga ngobrol beberapa saat di angkringan. Ternyata Mas Hamid sendirian dari Semarang ke Borobudur. Meskipun ada juga orang yang dikenalnya ikut dalam tur itu, tapi berangkat dan pulangnya terpisah-pisah dan sendiri-sendiri. Akhirnya, beberapa saat kemudian pun Mas Hamid pulang ke Semarang.

Aku dan Pak Supri pun pulang dari Borobudur, melewati Candi Mendut dan menuju pertigaan Palbapang sebelum menuju Muntilan. Beberapa saat selepas Muntilan, di dekat Jumoyo, eh ketemu lagi dengan Mas Andi dan Mas Tebe yang ternyata sedang jajan soto di pinggit jalan. Akhirnya aku dan Pak Supri pun ikut jajan soto di tempat itu.

Setelah kenyang, kami berempat pun pulang ke Jogja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s