Tour de Sragentina #1, Sumberlawang


20120324-25

Hari Sabtu pagi, antara jam 05.00 sampai jam 05.30 disepakati untuk berkumpul di utara jembatan Janti, sebelum Ayam Goreng Ny. Suharti. Mas Bagas dan Goes Moakh sudah lebih dulu ada di sana saat aku sampai. Kemudian berangsur-angsur datang pula ‘peserta’ lain yang beberapa hari sebelumnya sudah menyatakan ikut sepedaan ke Sragen ini.

Ada 15 orang yang berangkat bareng pagi itu. Bagas Triaji, Goes Moakh, aku, Ahmad Ramadhani, Supriyadi Plat Ab, Kartika Yoga, Aryo Wikantomo, Kharisma Yudhistira, Andi Mardianto, Toni Gombloh, Nugroho Purwanto, Mas Aji, Fauzan, Bagus Abdurrahman Wahid dan adiknya.

Foto bareng dulu, sebelum memulai perjalanan hari itu.

Sepeda yang berjejer, menanti waktu berangkat.

Sekitar jam 06.00, setelah lima belas orang berkumpul, kami berangkat menuju ke arah timur menyusuri jalan raya Jogja-Solo. Di Kalasan, ada satu orang lagi menambah jumlah personil, ada Haryo Tebe yang sudah menunggu di dekat SD Kanisius Kalasan. Total ada 16 orang dalam rombongan.

Di depan pabrik gula Gondang Winangun, kami sempat beristirahat sebentar, dan tak lupa menyempatkan diri untuk sedikit narsis, berfoto ria. Semabri foto-foto, sembari istirahat sejenak sebelum melanjutkan kayuhan.

Pabrik gula Gondang Winangun, Klaten, mirip istana negara.

Gondang Winangun sampai kota Klaten tak jauh, hanya sekitar 2 km. Karena rombongan besar, juga masing-masing membawa barang bawaannya di rak belakang, kami iseng-iseng patuh dengan aturan lalu lintas, ikut jalan searah melewati utara kota Klaten. Tak berapa lama, ternyata sampai juga di belakang terminal bus Klaten dan kembali masuk ke jalan dua arah, jalan raya Jogja-Solo.

Sebelum masuk Delanggu, Mas Andi yang memimpin rombongan di depan berhenti di depan warung mi ayam dan soto, dan akhirnya diputuskan untuk sarapan di situ.

Warung soto tempat sarapan pagi. (Pagi?! Saat itu sudah sekitar jam 09.30)

Entah jam berapa, tapi tak terasa kami sampai juga di Kartasura. Saat itu cuaca sedang panas-panasnya. Sebenarnya bisa juga lewat Kartasura ke utara menuju arah bandara Adi Sumarmo, tapi diputuskan untuk lewat jalan utama, lewat kota Solo dulu. Kartasura – Solo berjarak sekitar 10 km. Setelah belok kiri di dekat Solo Square, kami beristirahat sekitar 30 menit di sebuah taman kota yang tak terlalu besar, ada yang kemudian menyulut rokoknya, ada yang menuju warung untuk beli minuman, ada pula yang sibuk dengan gadgetnya.

Aku tak terlalu mudeng dengan kota Solo. Setelah melewati persimpangan jalan yang melintasi rel kereta api, rombongan menuju arah utara, melewati jalan raya Solo-Purwodadi, menuju tempat tujuan, Sumberlawang, yang masuk wilayah kabupaten Sragen.

Jalanan yang tak selebar jalan raya Jogja-Solo, ditambah panasnya cuaca, juga kontur yang meskipun naik-turun, tapi banyak naiknya, membuat stamina kebanyakan peserta rombongan kepayahan. Beberapa kali kami istirahat sebentar untuk sekedar menyeruput minum dan mangambil napas.

Istirahat sejenak di tepi jalan.

Saat itu sudah sekitar waktu rolasan, Mas Andi pun memutuskan mencari masjid terdekat untuk beribadah dan istirahat agak lama. Di sebelah timur jalan, rombongan pun berhenti di masjid di kompleks SMP Gondangrejo 1. Ada yang kemudian tidur, ada yang salat dzuhur, ada yang jajan es, ada pula yang ngobrol-ngobrol sembari menyeruput rokoknya.

Sekitar jam 13.00, Mas Andi meniup peluit saktinya, membangunkan orang yang sudah sedikit nyenyak tertidur keran kecapekan. Perjalanan pun dilanjutkan. Tak seberapa jauh, ternyata kami sudah sampai di pasar Kalioso. Jika belok ke arah barat, maka akan tembus dengan jalan yang dari utara bandara, Kartasura terus ke utara. Dari Kalioso, lanjut ke Gemolong. Meskipun tak terlalu jauh, tapi jalanan yang tak mulus membuat laju sepeda menjadi lebih pelan. Kami sampai di Gemolong sekitar pukul 14.00, dan kemudian berlanjut di warung nasi di timur pasar Gemolong. Kembali perut diisi bahan bakar.

Setelah cukup kenyang, lanjut lagi ke tujuan akhir, yaitu Sumberlawang, tempat menginap nanti, tempat mertuanya Mas Haryo Tebe. Tak terlalu lama, sekitar 30 menit saja, kami sampai juga. Jaraknya sekitar 10-12 km dari Gemolong.

Saat itu pukul 15.30 ketika kami semua sampai di rumah Mas Haryo Tebe. Untung di depan rumah ada masjid yang di sampingnya ada terasnya. Jadi kebanyakan dari kami lesehan dan istirahat di situ. Setelah bertemu dan bersalaman dengan mertuanya Mas Haryo Tebe, pelepas dahaga pun datang. Minuman dingin, es teh.

Sampai juga di Sumberlawang.

Menjelang sore, ada yang dikabari kalau Fakhrur Rozi sudah sampai Solo, menuju arah jalan raya Solo-Purwodadi. Karena ada masalah, maka diputuskan untuk menjemput Rozi. Menggunakan mobil bapak mertuanya, Mas Haryo Tebe, Mas Dhani dan Pak Supri menjemput Rozi.

Rozi sampai juga ketika menjelang maghrib. Yang lain kebanyakan sudah mandi dan bersih-bersih badan. Yang baru saja sampai kemudian menyusul juga.

Malam pun tiba, dan kegiatan berlanjut di dalam rumah. Setelah waktu makan malam, ada yang menonton televisi, ada yang merancang rute esok hari, ada yang memilih melanjutkan ke alam mimpi…

..bersambung ke #2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s