Blusukan Tempel


20120211

Tempel terkenal dengan perbatasan antara DI Yogyakarta dengan kabupaten Magelang di jembatan Krasak, dan juga dengan brongkos di dekat pasar Tempel, yang katanya begitu menggoyang lidah.

Kali Krasak yang menjadi pembatas DIY – Jateng pun terkena dampak erupsi Merapi beberapa waktu yang lalu. Kali yang biasanya tenang-tenang saja, setelah erupsi Merapi sedikit sibuk dengan adanya penambangan pasir di sepanjang sungai.

Sabtu, 11 Februari 2012, setelah dari Pakem, aku sepedaan ke arah Turi dan akhirnya tembus di perempatan jalan Magelang sebelum jembatan Tempel. Dari situ, aku pergi ke arah barat masuk ke jalan yang nantinya bisa tembus ke Cebongan dan Seyegan. Sekitar 4 km setelah perempatan jalan Magelang – Tempel, aku belok ke arah barat, menuju pinggiran kali Krasak. Iseng-iseng saja namun akhirnya ketemu juga.

Sepedaku masih mampu melewati jalan itu. Jalanan setapak buat orang mencari rumput di dekat ladang dan sawahnya, masih cukup bersahabat buat ban Deli Tire ukuran 26 x 1,50 dengan kembangan halus dan porok rigid sepedaku. Mengikuti jalan setapak itu ke arah utara, akhirnya kembali lagi ke pasar Tempel. Lumayan lega dengan pemandangan yang ada, meskipun panas hari itu cukup menyengat. Akhirnya aku pun pulang.

Merapi pagi itu.

Pinggiran kali Krasak.

Border.

4 thoughts on “Blusukan Tempel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s