Pantai Nglambor. Semakin berkembang?


Pertama kali aku tahu tentang pantai ini saat KKN di desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, pertengahan 2010. Awalnya cuma mendengar cerita dari tetangga di pondokan KKN. Dengan alasan penasaran, akhirnya aku sampai juga di pantai ini.

Pantai ini masih satu ‘kompleks’ dengan pantai Siung dan Njogan. Atau lebih tepatnya, pantai ini terletak di antara pantai Siung dan pantai Njogan. Saat masih KKN dulu, akses jalan menuju pantai ini hanyalah jalan setapak, bisa dicapai dari pantai Njogan kemudian menyusur ke arah timur, atau dari pinggir jalan raya, sekitar 1 km sebelum pantai Siung, masuk lewat jalan setapak.

Sekitar awal 2011, aku dan temanku Sapto (almarhum) iseng-iseng main ke pantai Siung, Njogan dan Nglambor, sekedar untuk main-main kamera DSLR Sapto yang baru. Kalau tidak salah sekitar April 2011. Bukit di sebelah timur pantai sudah tertata bongkahan batu-batu kapur yang nantinya akan jadi jalan yang bisa dilewati sepeda motor. Pantai Nglambor sudah mulai berbenah untuk bisa menampung wisatawan lebih banyak.

Tiap hal pasti punya untung dan ruginya. Majunya prasarana wisata di pantai Nglambor akan memudahkan wisatawan untuk menikmati indahnya pantai. Tapi juga ada ruginya. Dengan lebih banyaknya wisatawan yang datang, akan semakin banyak pula sampah yang terdapat di sekitar tempat itu. Lambat tapi pasti, itu akan terjadi.

Pantai Nglambor sendiri merupakan sebuah teluk kecil yang terlindung oleh 2 buah bukit karang. Pantainya pun landai dan cukup luas, namun tak lebih lebar daripada pantai Siung. Ketika surut maksimal, air hanya setinggi betis orang dewasa. Dan ketika itu juga kita bisa menikmati biota laut yang ada di dasar perairannya. Karena terlindung oleh 2 bukit karang, ombak yang datang dari lautan lepas sudah terpecah di kejauhan, sehingga ombak yang mencapai pantai tidak terlalu besar. Perairan yang landai itu luasnya sekitar separo lapangan bola. Pasirnya pun pasir putih. Tapi tidak terlalu panjang, hanya sekitar 100 meter saja, dan banyak terdapat batuan karang kecil.

Pantai Nglambor cocok dikunjungi di sore hari, saat matahari hampir tenggelam di ufuk barat, karena pantai ini menghadap ke barat.

Saat ini (awal 2012), mungkin jalanan ke pantai sudah dibangun. Dengan majunya sarana wisata, semoga juga memajukan masyarakat sekitar. Dan yang tak boleh dilupakan, lingkungan harus tetap dijaga, agar mampu memberi penghidupan bagi siapa pun yang tinggal, juga selain manusia.

2 bukit karang yang jadi pemecah ombak di pantai Nglambor.

Pasir putih di pantai Nglambor.

Kalau dilihat dari jauh, pantainya tampak seperti ini.

Pemandangan sawah dan bukit di dekat pantai di pagi hari.

8 thoughts on “Pantai Nglambor. Semakin berkembang?

  1. Waooooow ………
    Fantastis begete, aku ingin liat langsung asyik pastinya .
    Sekitar awal 2011, aku dan temanku Sapto (almarhum) iseng-iseng main ke pantai Siung,
    Kapan dan kenapa? ikut empati n bela sungkawa. Tuhan memberi ketabahan untuk orang-orang yang dicintainya. Amin

    • Halo. Itu pas dia lagi balik dari tempat kerjanya, ngajak aku main ke pantai-pantai itu. 2 bulan kemudian kejadiannya, di tempat kerjanya. Amin.

    • Kalo dulu setau saya, jalan setapak lewat pantai Njogan dulu. Tapi kalo sekarang udah ada jalan langsung dari pinggir jalan aspal menuju pantai Siung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s