Touring ke Utara #2. Boja, Banyumanik & Muntilan


20111223-26

Boja sebenarnya sudah bukan termasuk wilayah Semarang lagi. Boja sudah masuk wilayah kebupaten Kendal. Letaknya ada di barat laut Gunung Ungaran. Sedikit berkebalikan dengan kota Ungaran, yang letaknya di timur laut Gunung Ungaran.

Dari kota Ungaran, Boja berjarak sekitar 20 km ke arah barat, kemudian sedikit berbelok serong ke selatan. Dari Semarang, berdasarkan pal jarak di pinggir jalan, Boja berjarak 43 km, lebih jauh dari Jogja-Muntilan, yang hanya sekitar 25 km saja, atau Jogja-Wates yang berjarak 30an km.

Boja 0 km. 43 km dari kota Semarang dan 13 km dari Gunungpati.

Di belakang ruko-ruko di jalan utama kota Boja.

Boja adalah sebuah kecamatan, yang kotanya kecil, hanya sepanjang 1,5 km. Seperti pada umumnya kota kecamatan di wilayah Jogja dan Jawa Tengah, sepanjang 1,5 km itu terdapat berbagai macam toko atau warung di kanan-kiri jalan, dengan pasar di salah satu ujung jalannya. Pasar Boja namanya, letaknya di sebelah utara jalan, berhadapan dengan terminal Boja, terminal kecil yang menggunakan halaman bekas kawedanan.

Dari kejauhan, jika cuaca sedang cerah, Gunung Ungaran dapat dilihat dengan jelas. Sawah-sawah masih banyak terdapat di sini. Kemarin aku ke sana sedang musim hujan, sore hari sebelumnya pun hujan sampai malam. Jadi jalanan agak licin, apalagi tanahnya tanah merah, mirip di Gunungkidul.

Pagi hari. Pemandangan Gunung Ungaran dari kejauhan.

Boja kota dilihat dari sebelah timur.

Di pinggir jalan menuju pemandian air panas Gonoharjo.

Pada tanggal 24 dan 25 Desember, aku ada acara keluarga di rumah Eyang di Boja. Dua hari itu hanya bersibuk ria dengan kegiatan masak memasak untuk persiapan acara di tanggal 25 Desember. Asyik juga karena banyak anggota keluarga yang bisa berkumpul di rumah Eyang. Bahkan Bulik dan 2 anaknya dari Lampung juga menyempatkan untuk datang, karena pas dengan liburan sekolah. Adik sepupuku yang dari Sidoarjo pun datang bersama istrinya dan anaknya. Buanyak orang saat itu, dan pastinya acara berlangsung meriah.

Sesuai dengan rencana, tanggal 26 Desember aku balik ke Jogja. Pagi hari jam 07.00 aku berangkat dari rumah Eyangku di Boja untuk pulang ke Jogja. Sampai di Gunungpati aku mencoba menghubungi Mbak sepupuku yang tinggalnya di Banyumanik, sekitar 15 km sebelum kota Semarang, tapi sudah masuk wilayah Semarang. Dan ternyata Mbakku ada di rumah. Jadi dari setelah Gunungpati aku berbelok arah menuju Banyumanik.

Sebelum pulang ke Jogja, di depan rumah Eyang.

Di jembatan di Jl. Pramuka, antara Gunungpati dan Pudakpayung.

Jam 08.40 aku sudah sampai di rumah Mbakku, sekitar 25 km dari rumah Eyang di Boja. Mumpung main ke Semarang, maka aku sempatkan waktu meskipun sebentar untuk mampir di rumah Mbakku itu. Mbak Pipin namanya. Kami asyik ngobrol sampai sekitar jam 10an.

Jam 10 lebih sedikit, hampir jam setengah 11, aku putuskan untuk menlanjutkan perjalanan pulang ke Jogja. Benar apa yang dibilang Pak Supri dan Mas Yoga pas mereka hampir sampai kota Semarang. Dari Bawen ke Semarang jalannya turunan terus, pasti nanti pulangnya ke Jogja tanjakan terus sampai Bawen. Ya memang benar. Dari terminal Banyumanik sampai Bawen memang kebanyakan isinya tanjakan. Turunan ada sedikit saat hampir sampai di kota Ungaran.

Jam 12.20 aku sudah sampai di Ambarawa. Sesuai dengan perkiraanku sebelumnya, pokoknya jam 12 siang kalau bisa sudah sampai Bawen. Dari Bawen ke Ambarawa jalanan menurun. Sampai di Ambarawa, aku makan siang di sebuah warung yang aku lupa namanya apa. Aku pesan soto, tapi ternyata sotonya tidak seperti biasanya. Soto pada umumnya dengan daging ayam atau sapi, tapi soto yang aku makan saat itu dengan daging kambing. Wah, bener-bener asyik ini.

Menjelang jam 1 siang, aku pun pelan-pelan melanjutkan perjalanan pulang. Jam 1an siang dari Ambarawa, dengan target sekitar jam 15.30-16.00 sudah masuk Magelang, sehingga nantinya sebelum matahari tenggelam sudah bisa sampai Jogja.

Di pojok terminal bus Secang.

Dan hampir mirip dengan yang aku perkirakan. Sedikit kehujanan di Pringsurat sampai Secang, aku sampai di Magelang sekitar jam 4 sore. Langsung saja bablas menuju Muntilan yang jalanannya didominasi oleh turunan. Apalagi sampai di Magelang sudah bekas huja. Demikian halnya di Muntilan, hujan baru saja turun dengan meninggalkan jejak jalan aspal yang masih basah dan genangan air di beberapa sisi jalan.

Apesnya, saat hampir masuk jalan satu arah di dekat Tugu Bambu Runcing Muntilan, ban belakangku bocor. Ya langsung saja aku berhenti dan mencari tempat tukang tambal ban untuk meminjam alatnya. Setelah sekitar 30 menit utak-atik ganti ban dalam dengan modal alat dari tukang tambal ban, aku lanjutkan perjalanan pulang. Namun kulihat jam di cyclo computer (baca : speedometer) sudah menunjukkan jam 17.30. Aku putuskan sore itu untuk singgah di tempat Budhe di Dukun, sekitar 8 km di atas kota Muntilan, dengan jalanan nanjak seperti Jogja-Pakem.

Malam itu aku menginap di rumah Budhe di Muntilan, dan baru keesokan harinya aku sampai di Jogja. Perjalanan yang menyenangkan.

12 thoughts on “Touring ke Utara #2. Boja, Banyumanik & Muntilan

    • Lho, lha iya, Mbak. Apa daya kanca-kanca sudah pulang sehari sebelumnya. “impossible” ato ” i’m possible ” ?! Khkhkh. Malah kaya iklan waé…

  1. Pingback: Yang Terlewat Saat Menuju Kiskendo | Denmas Brindhil - Situsé

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s