Rekor Baru – Waduk Gajahmungkur


20110910

Hari Rabu siang menjelang sore, 7 September, aku sempat sebentar berkirim dan berbalas pesan singkat dengan Pak Supri, iseng-iseng ngrembug akan pergi ke manakah Kamis besoknya atau kapan hari. Katanya, Pak Supri pengen nggenjot ke arah timur, Wonogiri. Akhirnya kuberikan beberapa alternatif jalan yang bisa dilewati, tapi aku sendiri belum memastikan akan ikut atau tidak.

Hari Sabtu pagi-pagi, 10 September, akhirnya jadi juga mewujudkan rencana untuk nggenjot ke timur, ke Wonogiri. Setelah janjian di Blok O (selatan Janti) kami berdua lalu ke arah jalan Wonosari, karena memang akhirnya diputuskan untuk lewat Wonosari dan nantinya ke arah timur lagi. Ada juga Mas Sigit yang iseng-iseng datang tapi tidak akan ikut ke Wonogiri. Di perempatan ringroad-jalan Wonosari kami ketemu Mas Aan, yang punya rencana untuk nge-track jalur pedesaan di daerah sekitar Banguntapan, selatan jalan Wonosari.

Setelah ngobrol sebentar, aku dan Pak Pri memulai perjalanan ke Wonosari, saat itu sekitar pukul 06.30. Seperti biasa dan sudah jelas, jalan yang dilewati adalah jalan raya Jogja-Wonosari. Beberapa tanjakan yang harus dilewati adalah tanjakan Patuk (paling keren), tanjakan ke pertigaan Sambipitu dan tanjakan Bunder ke arah lapangan Gading.

Pukul 08.45 kami berdua sudah sampai di kota Wonosari dan kemudian mencari warung untuk mencari pengganjal perut. Seperti biasa, menu yang dicari adalah : Soto. Kami sarapan soto di samping balai desa Wonosari, persisnya di jalan menuju Karangmojo.

Setelah cukup beristirahat dan membiarkan makanan untuk turun dan menetap di perut, kami pun melanjutkan perjalanan. Masih jauh, Bung!!! Pukul 09.30 kami mulai lagi nggenjot pedal ke arah Karangmojo. Ternyata dari Wonosari kota ke Karangmojo lumayan tidak terlalu jauh, hanya sekitar 7 km.

Sebenarnya ada beberapa pilihan jalur untuk masuk ke kabupaten Wonogiri. Jalur selatan dan jalur yang paling halus (karena juga jalur utama ke Pacitan) adalah lewat Semanu-Bedoyo-Pracimantoro. Jalur tengah adalah Wonosari-Karangmojo-Ponjong-Eromoko. Jika lewat jalur tengah maka tembusannya nanti adalah daerah di sebelah selatan waduk Gajahmungkur. Kami putuskan untuk lewat jalur yang paling dekat, yaitu lewat jalur utara, lewat Karangmojo-Semin-Wuryantoro. Tembusannya nanti adalah di daerah sebelah barat waduk Gajahmungkur.

Karangmojo-Semin berjarak 14 km.Meskipun letaknya di atas pegunungan, namun rutenya tidak terlalu naik-turun, kebanyakan adalah jalanan datar. Sampai di Semin, oh ternyata Wonogiri/waduk Gajahmungkur masih lumayan jaraknya, 25-30 km. Sempat sebentar melihat pal batu penanda jarak di pinggir jalan, Pracimantoro jauhnya sekitar 20 km dari itu. Dan perjalanan mengayuh pedal pun dilanjutkan pelan-pelan.

Menjelang sampai Semin (foto : Supriyadi Plat Ab)

Perbatasan Gunungkidul-Wonogiri. Kota Wonogiri masih jauh (foto : Supriyadi Plat Ab)

Pal penanda jarak di pinggir jalan menunjukkan Wonogiri masih 15 km, tapi di sebelah kanan, nun jauh di sana sudah terlihat waduk Gajahmungkur. Sebentar lagi sampai.

94,7 km dari rumah Sagan via Wonosari-Karangmojo-Semin-Wuryantoro. Jam 12.30 kami berdua sampai di pintu gerbang masuk kawasan wisata waduk Gajahmungkur. Tidak lupa dan jelas kami sempatkan waktu untuk mengambil foto. Setelah istirahat sebentar sembari salat zuhur, kami menuju tepian waduk, dan jelas saja, lagi-lagi memotret diri sendiri dengan berlatar belakang waduk Gajahmungkur.

Kami berkeliling sebentar untuk melihat-lihat, dan ternyata tidak ada menu makanan yang spesifik dan menarik. Akhirnya kami pun hanya menikmati masing-masing 2 gelas es dawet.

Ini yang sedikit menarik perhatian, di sebelah warung penjual es dawet (foto : Supriyadi Plat Ab)

Hari itu memang panas. Tapi panasnya hari terpuaskan dengan sampai di waduk Gajahmungkur. Sambil ngobrol-ngobrol dan nyruput es dawet, tak terasa waktu sudah menunjukkan sekitar jam 2 siang. Dan kami pun memulai perjalanan pulang ke Jogja.

Di atas jembatan, saat perjalanan pulang, dengan latar belakang perbukitan di sekitar Waduk Gajahmungkur (foto : Supriyadi Plat Ab)

Kang Supriyadi Plat Ab

Dari waduk Gajahmungkur kami menuju kota Wonogiri, yang ternyata letaknya lebih rendah daripada daerah di sekeliling waduk. Dari Wonogiri, jika tidak keliru, kami menuju ke utara, ke arah kota Surakarta. Tapi kami melewati jalur alternatif menuju Klaten/Yogyakarta. Sekitar 25 km sebelum Surakarta, kami berbelok ke barat, setelah melihat papan penunjuk arah jalur alternatif Klaten. Kami melewati jalan aspal yang lumayan ditambal-tambal namun masih nyaman untuk sepeda dengan fork rigid, dengan pemandangan persawahan dan ladang di kanan-kiri jalan. Kami melewati kecamatan Bulu (Sukoharjo), Cawas, Bayat dan Wedi (Klaten).

Matahari sudah mulai menghilang saat kami berdua sampai di jalan raya Solo-Jogja di sebelah utara Wedi. Karena jalanan sudah mulai enak untuk ngebut, maka sepanjang jalan dari Wedi sampai Prambanan kami pacu sepeda dengan kecepatan antara 20-25 km/jam, kadang jika jalanan sedikit menurun bisa lebih dari 30 km/jam. Itu pun sudah termasuk cepat. Wedi sampai Prambanan (12 km) ditempuh dalam 25 menit.

Sampai di Prambanan, Pak Supri berhenti di masjid untuk salat magrib. Sedangkan aku meneruskan pengayuhan pedal ke Jogja karena mengejar waktu, setelah isya ada acara keluarga. 16 km Prambanan-Jogja aku tempuh dalam waktu sekitar 30-35 menit. Jam 18.40 akhirnya aku sampai rumah Sagan juga.

Perjalanan pulang dari Wonogiri via Bulu-Cawas-Bayat-Wedi adalah 89.9 km. Jadi total perjalanan hari itu adalah 184,6 km, dalam waktu antara 12-13 jam. Alhamdulilah, sebuah REKOR BARU buat diriku sendiri dan juga buat Pak Supri.

Dan kemudian acara lain pun berganti menyambut…..

5 thoughts on “Rekor Baru – Waduk Gajahmungkur

  1. wah, salut mas, jauh2 dri jogja, pke sepeda lagi, dah jalannya naik turun, kalau saya mungkin dah tepar mas… :D , kalau pke sepda motor sy pernah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s