Kalibiru – via Clereng


20110902

Kalibiru, sebuah dusun yang terletak di sebelah utara waduk Sermo. Secara administratif termasuk wilayah desa Hargowilis, kecamatan Kokap, Kulon Progo.

Untuk sampai ke waduk Sermo harus melewati jalanan yang menanjak sejauh sekitar 5 km, dan kemudian untuk sampai ke Kalibiru harus naik lagi melewati jalan desa yang menanjak sejauh sekitar 3 km.

Kalau tidak salah, Kalibiru berada di ketinggian 428 mdpl, yang artinya tempat itu lebih tinggi daripada Dlingo di Bantul ataupun Bukit Patuk di Gunungkidul. Ketika kemarin aku ke Kalibiru, cuaca sudah agak bersahabat, tidak terlalu dingin namun ‘hangatnya’ sinar matahari menyinari sepanjang perjalanan ke tempat itu. Tak seperti ketika pertengahan bulan puasa, yang dinginnya cuaca bisa sampai menusuk tulang.

Dari ketinggian itu, kita bisa menikmati indahnya pemandangan alam sekitar. Jika cuaca sedang cerah, waduk Sermo dapat dilihat dari kejauhan. Bahkan jika benar-benar cerah, di horizon selatan akan terlihat laut selatan pulau Jawa (pantai daerah Bantul dan pantai Glagah).

Meskipun berada di ketinggian, Kalibiru sudah dikembangkan sebagai objek wisata. Pilihan wisata yang ada di sana, selain pemandangannya yang indah, antara lain wisata trekking, flying fox, dan juga beberapa homestay yang bisa pula dimanfaatkan untuk acara lain semacam pertemuan. Beberapa warung juga ada di tempat itu, yang menyediakan makanan ringan dan bermacam minuman.

Sebuah tempat wisata tentu sajamenetapkan tarif bagi pengunjungnya. Tarif parkir untuk sepeda motor adalah Rp. 1000,- dan untuk mobil Rp. 2000,-. Sedangkan tarif masuk bagi pengunjung adalah Rp. 2000,- per orang.

Hari itu, 2 September 2011, bareng Pak Supriyadi Plat Ab dan Mas Heri, aku ke Kalibiru. Aku kira akan lewat Sermo dan kemudian naik lagi ke Kalibiru, namun ternyata lewat Clereng. Setelah melewati pemandian dan pasar Clereng, kami belok kiri mengikuti petunjuk arah ke Kalibiru. Pada awalnya jalanan yang ada menanjak tapi cukup landai. Lama kelamaan, tanjakan yang ada semakin curam dan bervariasi. Sedikit ada tanjakan yang curam, sebentar kemudian jalanan yang datar. Jalanan yang ada berupa jalan aspal desa, yang di beberapa tempat terdapat aspal yang terkelupas atau malah belum sempat diaspal. Di kanan kiri jalan jarang ditemuai rumah penduduk. Malah sempat di beberapa titik, kami melewati hutan, di kanan kiri jalan tanpa ada rumah penduduk terdekat. Semakin mendekati Kalibiru, ternyata tanjakan yang ada semakin parah (semakin curam tanjakannya.red). Dan dengan rasa kasihan terhadap kaki, demgkul dan sepeda, aku pun menuntun sepeda, sekaligus juga menghemat tenaga, karena perjalanan pulang ke Jogja masih jauh.

Sampai juga di Kalibiru, kali ini tepat di bawah papan wisata Kalibiru. Jam menunjukkan pukul 09.30, ternyata masih pagi. Dan ternyata cepat juga sampai ke Kalibiru, meskipun sudah ditambah dengan banyak istirahat dan banyak menuntun sepeda. Dari Jogja (Kadipiro) aku berangkat pukul 06.30, sampai Kalibiru pukul 09.30. Tiga jam yang sangat menyenangkan.

Sedikit di bawah gardu pandang Kalibiru. Waduk Sermo tampak di latar belakang.

Dan demikian seterusnya. Kami pun menikmati apa yang ada di Kalibiru. Waktu pun tak terasa lama, hingga akhirnya pukul 11.00 kami memutuskan untuk pulang ke Jogja.

6 thoughts on “Kalibiru – via Clereng

    • Full aspal. Cuma jalannya aja yang sempit dan perlu berjati-hati saat musim penghujan. Menjelang sampai Kalibiru, tanjakannya semakin curam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s