Jatiningsih & Lawangsih


20110828

Setelah Sabtu malam di-sms oleh Agus Pakdhe Timin, bahwa hari Minggu akan sepedaan ke Lawangsih, Kulon Progo, akhirnya pada hari Minggu itu pun kami jadi sepedaan ke sana.

Kami berempat, yaitu aku, Agus Pakdhe Timin, Mas Teak dan Mbak Cindy ZepheRihanna. Dari Condongcatur, perjalanan ke barat menyusuri Selokan Mataram hingga menyeberang ringroad barat. Kira-kira sampai di utara Godean, kami pun berbelok ke arah selatan menuju Jalan Godean. Dan ternyata belum sampai di Godean, baru sampai Jalan Godean km 7. Dan perjalanan pun dilanjutkan ke arah barat.

Menjelang sampai perbatasan Sleman dan Kulon Progo, kami mampir ke Sendang Jatiningsih, salah satu tempat peribadatan agama Nasrani. Mas Teak yang pengen mampir ke tempat itu. Sesuai dengan namanya, Jatiningsih. Tempat itu memang banyak terdapat pohon jati. Dilihat dari ukurannya, kira-kira pohon-pohon jati yang ada di sana berumur lebih dari 15 tahun. Jatiningsih terletak di lereng di tepi sungai Progo. Dari situ, dapat dilihat pemandangan sungai Progo dari kejauhan.

Sekitar 30 menit berada di Jatiningsih, perjalanan pun dilanjutkan. Sampai di perempatan Kenteng, Nanggulan, kami istirahat sebentar untuk membeli minuman. Perjalanan ke Lawangsih masih jauh, dan jalanan menanjak sudah mulai menghadang di depan mata.

Dari perempatan Kenteng sampai ke Lawangsih berjarak 13 km. Meskipun ‘hanya’ berjarak 13 km, namun yang menjadi tantangan adalah jalannya yang berupa tanjakan. Tanjakan yang paling berat tentu saja tanjakan di km 25.

Sedikit demi sedikit, akhirnya kami pun sampai juga di Lawangsih, saat itu sudah mulai sore, sekitar pukul 15.30. Lawangsih berjarak sekitar 45-50 km dari Jogja. Bagi Pakdhe Timin, Mas Teak dan Mbak Cindy, tentu saja kesempatan itu dimanfaatkan untuk beristirahat sekaligus beribadah, karena memang Lawangsih juga tempat peribadatan agama Nasrani, seperti halnya Jatiningsih. Aku juga beristirahat sembari menikmati suasana di tempat itu.

Waktu pun berlalu dengan cepat. Pukul 16.30 kami pun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Jogja.

4 thoughts on “Jatiningsih & Lawangsih

  1. Pingback: Yang Terlewat Saat Menuju Kiskendo | Denmas Brindhil - Situsé

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s