Sedikit Cerita tentang Radiasi


Radiasi, sebuah kata yang secara awam diidentikkan dengan efek yang berbahaya karena nuklir. Namun pada kenyataannya, di kehidupan sehari-hari pun kita terpapar radiasi, yaitu radiasi matahari.

Sinar matahari terdiri dari berbagai macam sinar, yang mungkin penjelasannya akan lebih baik jika diungkapkan oleh orang yang berkecimpung di bidang fisika. Ketika sampai ke bumi, macam ragam penyusun sinar matahari itu tereduksi karena adanya lapisan atmosfer yang menyelubungi bumi. Karena tersaring oleh atmosfer, maka sinar matahari yang sampai ke bumi tidak berbahaya bagi makhluk yang hidup di bumi.

Selain radiasi sinar matahari, ada pula radiasi yang ditimbulkan oleh sinar-sinar spesifik (tertentu) ataupun zat atau benda yang mempunyai sifat radioaktif. Contoh-contoh radiasi sinar tertentu yaitu radiasi sinar ultraviolet (UV) yang merupakan salah satu komponen sinar matahari yang sampai ke bumi, radiasi sinar gamma, yang sering digunakan dalam berbagai percobaan radiasi di laboratorium, dan masih banyak macam radiasi lainnya.

Meskipun secara umum radiasi diidentikkan dengan nuklir yang berbahaya, namun radiasi pun ada manfaatnya. Bagi manusia, sinar matahari pagi berguna untuk mengaktifkan provitamin D yang ada di dalam tubuh menjadi vitamin D, yang kemudian berguna bagi kekuatan tulang tubuh kita. Bagi tumbuhan, tentu saja, fotosintesis atau pembentukan zat makanan oleh tumbuhan tak akan berlangsung tanpa adanya sinar matahari. Hal yang perlu diingat adalah, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Terlalu sering dan lama terpapar sinar matahari, apalagi di waktu siang hari dapat menyebabkan iritasi kulit. Tumbuhan yang kepanasan terlalu lama dan kurang air maka akan layu, dan jika terjadi terus menerus akan menyebabkan kematian tumbuhan itu.

Cerita berlanjut dengan radiasi yang sering digunakan untuk percobaan di bidang biologi, kedokteran ataupun pertanian untuk pemuliaan tanaman. Sinar yang umum digunakan adalah sinar gamma. Tentu saja, karena digunakan untuk dan dalam percobaan, penyinaran dengan sinar gamma dilakukan oleh pihak yang berwenang, misalnya BATAN, di laboratorium mereka. Hal yang perlu diingat adalah penyinaran dengan sinar ini akan berdampak negatif bagi hewan, namun dapat berdampak positif maupun negatif bagi tumbuhan.

Apabila sebuah sel diradiasi dengan sinar gamma, maka sel tersebut akan mengalami mutasi atau perubahan susunan kromosom dan DNA dalam sel. Jika hal itu terjadi pada sel hewan, maka akan mengakibatkan kecacatan yang merugikan, misalnya kemandulan. Oleh karena itu, salah satu aplikasi pengunaan radiasi pada hewan adalah untuk pengendalian hama tanaman, yaitu dengan memandulkan serangga atau hama tersebut, sehingga meskipun melakukan perkawinan, tetap tidak akan menghasilkan keturunan karena mereka sudah dimandulkan. Hal ini akan sangat berbahaya jika terjadi pada golongan mammalia, apalagi jika terjadi pada manusia.

Sedangkan pada tumbuhan, mutasi yang terjadi dapat direka-reka untuk menghasilkan bibit unggul yang diharapkan dapat digunakan untuk ketahanan pangan nasional. Contohnya adalah beras IR-64 atau C-4, jagung pun demikian. Tanaman pangan tersebut diradiasi untuk mendapatkan mutasi yang diinginkan dan menguntungkan.

Radiasi pada tumbuhan dapat pula berdampak negatif. Salah satu contohnya adalah usaha untuk menanggulangi tumbuhnya lumut dengan menggunakan radiasi. Tumbuhan lumut yang sudah membentuk sporofit (menghasilkan spora) diradiasi. Tujuannya agar spora yang ada di lumut itu jika sudah tersebar tidak akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut yang baru. Hal ini berkaitan pula dengan pengawetan makanan dengan radiasi, yang menghambat atau mematikan tumbuhnya bakteri pada bahan makanan, sehingga makanan akan lebih awet.

Usaha untuk menghambat atau mematikan tumbuhnya lumut ke depannya dapat dimanfaatkan untuk bidang yang lain. Benda cagar budaya yang terletak di tempat terbuka, misalnya monumen atau candi, secara konstan terpapar sinar matahari dan air. Maka dengan mudah lumut dapat tumbuh di tempat itu. Tumbuhnya lumut di sebuah bangunan atau batuan dapat melemahkan inang dari lumut itu, yakni bahan bangunan itu. Pada candi, tumbuhnya lumut di batuannya dapat mennyebabkan lubang yang lama kelamaan dapat merapuhkan struktur keseluruhan candi tersebut.

Semoga di masa depan setiap orang sadar akan lingkungan tempat di mana dia tinggal dan hidup, karena tanpa lingkungan sekitarnya manusia tidak dapat hidup.

6 thoughts on “Sedikit Cerita tentang Radiasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s