Pemandian Pengging (lagi)


20110727

Sebelumnya aku memang sudah pernah ke Pemandian Pengging, Boyolali, waktu itu juga bersepeda dengan rombongan bapak-bapak Pakem. Kali ini, Rabu 27 Juli 2011, karena hanya aku yang sudah pernah ke Pengging, maka oleh Pakdhe Timin alias Agus Sosrodiwiryo aku dijadikan sebagai penunjuk jalan.

Ada 4 orang yang bersepeda ke Pengging hari itu, aku, Pakdhe Timin, Pak Supri dan Mas Sepri. Pakdhe Timin menyebutnya acara Pekok Rangers karena di luar kebiasaan rombongan kami yang biasanya bersepeda di hari Sabtu pagi.

Awalnya, kami sepakat untuk berkumpul di Candi Sambisari. Namun karena sudah agak kesiangan (matahari sudah terlalu terang bersinar), maka kami kemudian berkumpul di jalan Solo dekat Pasar Sorogenen. Setelah kami berempat sudah komplit, sekitar jam 06.30 kami pun berangkat menuju ke arah timur.

Tidak sampai 35 menit, kami pun sudah melewati perbatasan DIY-Jawa Tengah di Prambanan. Tidak ada hambatan yang berarti di sepanjang perjalanan menuju kota Klaten, hanya sinar matahari yang hangatnya menerpa muka (karena menuju ke arah timur, sedikit ke utara)

Entah berapa lama waktu yang kami butuhkan, tak terasa kami pun sudah sampai di kota Klaten. Saat itu mungkin jam 8 lebih sedikit. Di Klaten kota, karena jalan raya hanya jalan searah ke arah Jogja, kami pun ‘mlipir’ melalui jalur lambat yang memang diperuntukkan bagi sepeda dan becak (kendaraan tak bermotor).

Selepas kota Klaten, tujuan berikutnya adalah sampai ke Delanggu terlebih dahulu. Mungkin sekitar 30 menit waktu yang kami habiskan untuk menempuh jarak sekitar 10 km. Setelah sampai di Delanggu, jika belok ke kiri (dari arah Jogja) maka akan menuju Pemandian Cokrotulung. Seingatku, untuk sampai ke Pengging, masih harus bablas ke arah timur laut, ke arah Boyolali. Kami pun kemudian meneruskan kayuhan ke arah Boyolali.

Ketika sampai di sebuah pertigaan dengan papan penunjuk arah menuju Pemandian Cokrotulung dan Janti (sekitar 500 meter sebelum melewati perbatasan Klaten-Boyolali),aku jadi agak ragu. Apakah masih bablas lewat jalan raya?! Atau lewat jalan ini dan kemudian sampai ke Pengging?! AKhirnya kami pun lewat jalan itu. Setelah sekitar 1 km dari pertigaan, aku pun bertanya ke seorang bapak yang sedang momong anaknya. Eh ternyata kami salah belok. Seharusnya masih harus bablas lagi lewat jalan raya. Setelah melewati perbatasan Klaten-Boyolali, kemudian baru belok ke kiri. Oleh bapak itu, kami pun disarankan lewat jalan aspal melewati tengah sawah, yang akhirnya nanti sampai di jalan raya ke arah Pengging.

Berkat saran bapak itu, kami pun sampai juga di jalan raya ke arah Pengging. Baru aku benar-benar ingat. Dulu aku pernah lewat jalan ini. Tapi yang aku lupa adalah berapa jauhnya untuk sampai ke pemandiannya.

Sekitar jam 09.30 kami pun sampai ke Pengging, namun tidak langsung masuk ke kompleks pemandian, kami sarapan dulu di ‘Soto Gobyos’ di depan Pasar Pengging. Dengan porsi ‘kucing’ namun lumayan enak, seharga Rp. 2500,- cukup untuk mengganjal perut, dan bekal untuk renang di pemandian.

'Soto Gobyos' depan Pasar Pengging

Entah berapa rupiah tarif masuk untuk pengunjung yang bersepeda, tapi kami berempat dikenai biaya Rp. 5000,-. Memasuki kompleks pemandian, kami pun memarkirkan sepeda di salah satu sudut parkiran di dekat sebuah pohon beringin. Hal yang tidak boleh terlupa adalah mengabadikan momen dalam jepretan kamera. Karena Pak Supri yang membawa kamera, dialah yang sibuk muter-muter mencari sudut yang bagus untuk dipotret.

Puas potret-potret, kami pun mulai ‘berenang’ (kungkum) di Umbul Temanten, umbul yang paling luas di kompleks pemandian. Tiap orang dikenai biaya Rp. 500,-. Dulu, ketika bersama rombongan bapak-bapak, aku kungkum di umbul Ngabean, tempat yang cukup sejuk dan rindang karena dikelilingi banyak pohon, dengan kolam yang berbentuk lingkaran. Di umbul Temanten, aku hanya kungkum sebentar saja. Ternyata dingin. Namun cuaca cukup kering, sehingga sebentar saja mentas dari air, badan langsung kembali kering.

Umbul Temanten, Pemandian Pengging

Sekitar jam 11.30, kami pun menyudahi acara berenang atas nama ‘padusan’ menjelang puasa itu. Setelah kering badan dan kering pakaian (karena memang ada yang membawa pakaian ganti) kami pun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Jogja.

Perjalanan pulang disepakati untuk lewat Jatinom. Dari Pengging, terlebih dahulu kita harus menikmati sekitar 4-6 km jalanan yang menanjak, meskipun tidak terlalu ekstrem. Sampai di sebuah pertigaan, ke kiri ke arah Jatinom & Klaten, ke kanan ke arah Boyolali kota, kami pun belok ke kiri. Sekitar satu jam-satu setengah jam, kami pun sampai di Jatinom. Itu pun sudah termasuk menunggu Pakdhe Timin yang ban belakangnya bocor. Kami makan siang di sebuah warung sate kambing. Enak memang, jika sekali-kali makan siang dengan menu yang lumayan jarang dikonsumsi.

Sate kambing di Pasar Jatinom.

Ketika jam menunjukkan pukul 2 siang kurang beberapa menit, kami lanjutkan perjalan ke arah Klaten. Dari Jatinom sampai ke Klaten, jalanan didominasi oleh turunan landai. Sekitar 20-30 menit, menempuh 9-10 km, kami pun sampai di Klaten kota.

Tujuan akhir sudah jelas, menuju Jogja. Pelan tapi pasti, kami mengayuh pedal kembali pulang ke kota Jogja. Sampai di Prambanan, aku pun memisahkan diri untuk langsung balik ke rumah di Purwomartani. Total jarak tempuh hari itu, rumah Purwo-Prambanan-Klaten-Delanggu-Pengging-Jatinom-Klaten-Prambanan-rumah Purwo, adalah 101,5 km. Jam dinding menunjukkan pukul 15.55 ketika aku sampai di rumah.

7 thoughts on “Pemandian Pengging (lagi)

  1. Ternyata Pekok Rangerpun sampai rumah jam 4 sore, saya yang masih kacangan sampai rumah jam 6 sore, gak malu-maluin juga lah!!! Apalagi jalur pulang lewat Kartosuro ditambah ada 2 ban yang bocor.
    Rekomendasi jangan ambil jalur kartosuro jogja pada siang hari, panasnya gak nguatin mesti jalan landai

  2. Hmmmzt ibu,ayah,adk.kk q tggl d dkt umbul pengging tpat.a d ds.dukuh jelapan jd q lw padusan d umbl pengging gg byar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s