Paling jauh (sampai saat ini) ke Ngadirejo


Jogja – Kopeng 65 km
Jogja – Magelang 40 km
Magelang – Kopeng 25 km

Jogja – Pantai Siung, Gunungkidul 75 km
Jogja – Wonosari 40 km
Wonosari – Pantai Siung 35 km

Jogja – Ngadirejo, Temanggung 90 km….
Jogja – Magelang 40 km
Magelang – Temanggung 20 km
Temanggung – Parakan 10 km
Parakan – Ngadirejo 10 km

Ya, jarak-jarak di atas hanyalah hitungan kasar saja. Tidak sampai detil, koma berapa km. Sekadar kira-kira, namun bisa sebagai gambaran.

Hingga saat ini, itulah tempat dengan jarak terjauh yang pernah aku capai dengan sepeda. Namun perjalanan kemarin itu tidak ditempuh dalam satu hari pulang-pergi. Untuk jarak terjauh yang pernah ditempuh dalam satu hari adalah 167 km, dan sampai sekarang belum sempat untuk melampauinya lagi.

Hari Selasa sore 28 Juni 2011 setelah magrib, perjalanan berangkat menuju Magelang. Dari kota Jogja ber-8 orang. Kemudian menunggu teman-teman yang lain di perempatan Denggung jalan Magelang. Saat semuanya sudah berkumpul, perjalanan pun dilanjutkan. Total 11 orang berangkat menuju Magelang. Pakdhe Timin, Rizky, Eko Paris, aku, Kharisma, Pak Supri, Mas Bagus, adiknya, Mas Dani Wawan, Wijna dan Mas Rozi.

Karena dari siang atau sore hari belum sempat makan, maka kami makan malam di tengah perjalanan ke Magelang. Kota Muntilan sempat kami singgahi selama beberapa saat, sekitan 1 jam lebih, untuk menyantap bakmi jawa dan kawan-kawannya.

Perjalanan malam hari dalam satu rombongan menjadikan perjalanan 40 km tidak terlalu terasa melelahkan. Sekitar pukul 9 malam, hujan gerimis turun ketika kami memasuki kota Magelang. Basah karena hujan sedikit tidak terasa karena keringat juga keluar dari dalam tubuh. Ketika tiba di rumah saudaranya Rizky, waktu menunjukkan pukul 10 malam. Ternyata, tidak serta merta menempatkan diri untuk menembus alam mimpi, kami malah bercerita kesana-kemari dan juga sempat mengutak-atik ban belakang Eko Paris yang (lagi-lagi) bocor.

Pagi hari 29 Juni 2001, bertepatan dengan libur peringatan Isra’ Mi’raj, cuaca mendung dan sedkit gerimis. Dingin sedikit terasa, namun tetap diberanikan untuk mandi. Ada juga beberapa orang yang kembali mengutak-atik ban yang tadi malam bocor. Menu pagi hari itu adalah kopi panas dan beberapa gorengan, bakwan, tahu, tempe dan yang lainnya.

Setelah berkemas-kemas, barang-barang di-packing lagi, sekitar pukul 07.30 kami pun berpamitan dengan saudaranya Rizky untuk meneruskan perjalana ke Temanggung. Mas Rozi memutuskan untuk kembali ke Jogja karena siang harinya ada acara yang harus diikutinya.

Sedikit keluar dari jalan di dekat rumah yang kami inapi tadi malam, ternyata sudah sampai alun-alun kota Magelang. Berputar-putar karena jalanannya yang memang sedikit memutar, akhirnya sampai juga di jalan Magelang – Semarang. Tidak sengaja, kami bertemu dengan rombongan dari Barek, Jalan Kaliurang, yang menuju pemandian Kalibening, di Payaman, Magelang utara.

Jalanan dari Magelang ke Secang berupa tanjakan yang landai. Sampai di Secang, kami beristirahat sebentar dan menunggu beberapa dari kami yang masih ketinggalan di belakang.

Dari Secang menuju Temanggung, kami sempat berhenti sebentar di jembatan Kali Progo. Berpotret-potret ria sejenak. Menjelang memasuki kota Temanggung, tanjakan semakin menanjak curam, namun bisa dilewati meskipun pelan-pelan saja.

Karena dari pagi hari belum sarapan, atas usulan Mas Dani wawan yang empunya Ngadirejo, kami pun sarapan di Kupat Tahu Batoar. Entahlah, namun rasanya enak juga. Dari alun-alun kota Temanggung, warung kupat tahu tersebut terletak sekitar 1 km di sebelah barat, di jalan menuju Parakan – Wonosobo.

Tanjakan, tanjakan dan tanjakan. Sepertinya tanjakan selalu ada di depan mata, di perjalanan dari Temanggung ke Parakan dan ke Ngadirejo, dan memang begitulah. Karena memang jalan menanjak itu yang harus ditempuh agar sampai ke Ngadirejo.

Tak terasa, entah berapa kali berhenti di jalan, entah berapa lama waktu untuk beristirahat, akhirnya sekitar jam 12.30 siang, kami pun tiba di Ngadirejo, di rumah Mas Dani Wawan.

Istirahat dan istirahat, sembari menyeruput the panas dan menyemil suguhan yang ada. Bapak dan ibunya Mas Dani Wawan juga menyediakan makan siang, dan kami semua pun makan siang. Ada juga yang sibuk mencari tempat untuk mengecas telepon selulernya, karena digunakan untuk ‘Endomondo’. Alhamdulilah.

Ngadirejo. Salah satu kecamatan yang terdapat di kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Daerah ini terletak di entah ketinggian berapa meter di atas permukaan laut, namun yang pasti di kaki gunung Sindoro. Tak jauh dari Ngadirejo, terdapat pula peninggalan purbakala berupa candi, dan juga tempat suci bagi umat Budha, yakni Umbul Jumprit.

Hari semakin sore dan sempat pula gerimis turun. Setelah beristirahat cukup lama, akhirnya kami memutuskan untuk pulang kembali ke Jogja setelah magrib, sekitar jam 18.30.

Karena terletak di ketinggian, rasa dingin begitu terasa. Saya yang biasanya bersepeda hanya memakai kaos, kali itu harus memakai pula sweater. Lumayan untuk mengurangi rasa dingin. Dari Ngadirejo ke Parakan, Parakan ke Temanggung, adalah jalanan berupa turunan. Tentu saja, rasa dingin semakin dingin karena sepeda bisa melaju dengan lebih cepat, dengan hanya sedikit mengayuh pedal.

Karena jalanan yang menurun itulah, kami sampai di kota Magelang sekitar pukul 21.00, 2 jam perjalanan dari Ngadirejo. Lagi-lagi, bakmi jawa dan kawan-kawannya menjadi menu pengganjal perut kami.

Mungkin karena saking lelahnya hari itu, beberapa dari kami sempat tidur sebentar di musola di sebuah tempat pengisian bahan bakar umum. Sekitar 1 jam kami beristirahat di tempat itu. Ketika jam dinding di musola menunjukkan pukul 23.00, kami pun meneruskan perjalanan ke Jogja.

Pelan namun pasti, kami pun akhirnya sampai juga di wilayah Jogja. Dan selanjutnya, sampai jumpa lagi di waktu sepedaan yang lain karena kami pulang ke rumah masing-masing.

Di jembatan (lama) kali Pogo, sebelum masuk kota Temanggung.


Kupat Tahu Batoar, barat alun-alun Temanggung.


Pose di depan Kantor Kecamatan Ngadirejo. Sudah sampai.

7 thoughts on “Paling jauh (sampai saat ini) ke Ngadirejo

  1. waduh, keren mas sepedaan nyampe ngadirjo. btw, aku tonggone mas dani pas isih ngekos anak tmg juga. salam kenal :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s