Mandi di Sela-sela Sepedaan – Cokrotulung & Pengging


Mandi di Sela-sela Sepedaan, 3 & 30 April 2011

Pernah membaca detail dari produk salah satu minuman air putih kemasan yang mereknya cukup terkenal secara nasional? Produsen itu mengambil air dari mata air yang terdapat di dekat Delanggu, Klaten. Dan ternyata, di daerah Delanggu dan sekitarnya memang terdapat beberapa sumber air yang dimanfaatkan oleh banyak orang. Selain dimanfaatkan oleh produsen air minum kemasan tersebut, juga dimanfaatkan sebagai objek wisata dan sumber air bagi masyarakat sekitar. Beberapa sumber mata air yang dijadikan sebagai pemandian adalah Cokrotulung (Klaten) dan Pengging (Boyolali).

Kedua tempat tersebut terletak di sebelah timur laut dari kota Jogja. Titik kumpul disepakati di pertigaan Ringroad Maguwo, tepatnya di pojokan di sebelah timur laut perempatan, dekat dengan pos ojek. Mulai pukul 05.30, beberapa orang sudah mulai sampai dan menunggu teman-teman pesepeda yang lain di tempat itu.

Cokrotulung – Klaten
Pada tanggal 3 April 2001 pagi, pukul 05.30, sesuai dengan kesepakatan, para pesepeda berkumpul di titik kumpul. Keadaan cuaca ketika itu mendung, namun belum gerimis dan turun hujan. Sekitar pukul 06.10, setelah menunggu beberapa orang, kami pun berangkat mengayuh sepeda ke arah timur. Rombongan berjumlah 22 orang.

Perjalanan ke arah timur menyusuri jalan raya Jogja-Solo. Dari pertigaan Ringroad Maguwo menuju perbatasan Jogja-Jawa Tengah di Prambanan dicapai dalam waktu kurang dari 40 menit. Terus, terus, dan terus menuju ke arah timur dan sedikit menyerong ke arah utara, sepeda terus dikayuh. Memasuki kota Klaten, kami tetap memasuki jalur lambat di jalan searah yang terdapat di sana. Sekitar 20 menit menyusuri jalan searah di kota Klaten, rombongan kembali memasuki jalan raya menuju kota Solo. Dari Klaten hingga Delanggu, jalanan yang dilewati tidak terlalu mulus, sehingga untuk sepeda dengan ukuran ban kecil (1,25 atau kurang) harus lebih berhati-hati dan memerhatikan jalan yang dilewati.

Setelah memasuki kawasan Delanggu, harus dipastikan bahwa kita sudah benar-benar sampai di persimpangan di depan Pasar Delanggu. Dari persimpangan itu, kami belok ke kiri (entah arah mana itu) karena rasanya tetap belok ke arah utara. Mulai dari persimpangan itu, jalanan mulai sedikit menanjak. Tanjakan yang ada tidak ekstrem dan hanya landai-landai saja. Sekitar 4-5 km dari perempatan, akan dapat dilihat pabrik air minum kemasan yang mereknya cukup terkenal tadi. Tempat yang dituju masih sekitar 3-5 km di depan. Jadi perjalanan pun dilanjutkan.

Sekitar 20 menit dari pabrik air minum tadi, kami pun sampai di tempat tujuan, yaitu Pemandian Cokrotulung. Nama Cokrotulung mungkin didapat dari nama desa di mana sumber air atau pemandian ini berada, yakni di desa Tulung. Sepeda kami parkirkan di parkiran, dan kemudian kami pun beristirahat sejenak dengan memesan dan menikmati the hangat yang disediakan sebuah warung di luar kompleks pemandian, sebelum kami menikmati segarnya air sumber. Tak beberapa lama, ternyata datang 2 orang yang manyusul dari Jogja, Mas Is dan Mas Gun. Total peserta adalah 24 orang. Dari Jogja, perjalanan ini menempuh waktu antara 2-2,5 jam.

Tiket masuk kompleks pemandian seharga Rp. 6000,- per orang. Namun karena ada negosiasi oleh Pak Yanto, akhirnya kami semua dapat masuk ke kompleks pemandian entah dengan harga berapa. Hal yang pertama saya coba adalah naik ke bagian atas dari kompleks tersebut, di mana terdapat 2 buah kolam yang sudah berupa kolam renang. Satu kolam digunakan untuk anak-anak kecil bermain, terdapat semacam pancuran di atasnya. Sedangkan kolam satunya berukuran lebih lebar dan lebih dalam, dalamnya sekitar 1,5 meter, panjang 25 meter dan lebar sekitar 10 meter. Kolam-kolam tersebut juga dilengkapi dengan prosotan, yang bisa digunakan baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun sayangnya, kedua kolam itu sudah bukan merupakan air yang asli dari sumber air Cokrotulung. Di kedua kolam tersebut sudah ditambah dengan kaporit, sehingga rasanya sedikit pedih di mata dan terasa kurang segar.

30 menit dihabiskan dengan berendam dan mencoba berenang di kolam yang sudah berupa kolam modern itu. Kemudian, kami pun beranjak dan mencoba kolam arus yang lebih mirip sungai yang terletak di bagian bawah kompleks. Air di sungai buatan tersebut berasal dari sumber mata air langsung, dan tanpa ditambah dengan kaporit, rasanya benar-benar segar dan lebih dingin daripada air yang ada di kolam renang yang terletak di kompleks atas.

Setelah berendam di air yang lumayan dingin, kita bisa menikmati gorengan yang masih panas dan aneka minuman yang dijajakan oleh penjual yang terdapat di kompleks tersebut. Teh hangat seharga Rp. 1500,- dan gorengan seharga Rp. 500,-.

Umbul Cokrotulung

Pengging – Boyolali
Sama seperti ketika akan berangkat ke Cokrotulung, kami berkumpul di pertigaan Ringroad Maguwo pukul 05.30 pada tanggal 30 April 2011. Setelah menunggu sekitar 30 menit, berkumpullah 18 orang pesepeda. Maka pada pukul 06.00 tepat, rombongan memulai perjalanan mengayuh ke timur.

Perjalanan yang dilalui sama seperti menuju Cokrotulung. Bedanya, sampai di Delanggu, kami masih terus mengikuti jalan raya menuju Solo. Ketika sampai di pertigaan dengan papan penunjuk arah ke kiri menuju Jatinom dan Boyolali, kami pun berbelok di pertigaan itu. Dari pertigaan itu, pemandian Pengging berjarak sekitar 6-8 km.

Kami sampai di kompleks pemandian pada pukul 08.30, artinya 2,5 jam perjalanan. Sebelum masuk kompleks dan mulai berendam dan berenang, kami lebih dulu sarapan soto di depan pasar Pengging, Warung Soto Mbak Sri. Menu yang ada di tempat itu antara lain soto gobyos, es campur empat mata, gorengan dan di warung sebelah ada menu makanan kambing (sate, gule dan tongseng). Satu item yang menonjol adalah gorengan tahu-nya, benar-benar kriuk-kriuk.

Untuk masuk kompleks pemandian, dikenakan biaya kurang dari Rp. 5000,-. Di kompleks pemandian Pengging terdapat 3 buah pemandian yang airnya langsung dari sumber, dan sebuah kolam buatan yang khusus untuk anak-anak. Tiap kolam pemandian disebut dengan umbul, Umbul Ngabean, Umbul Temanten dan satu lagi saya lupa namanya umbul apa. Yang paling luas adalah Umbul Temanten, juga adalah yang paling dalam. Kedalamannya bervariasi, ada yang hanya 1 meter, namun ada juga yang kedalamannya sampai 2 meter.

Benar-benar segarrr. Itulah yang saya rasakan ketika berendam dan berenang, juga ambyur dari tepi kolam pemandian. Begitu pula dengan bapak-bapak yang lain yang ikut sepedaan dan ikut berenang. 1,5-2 jam tidak terasa untuk kungkum di kolam pemandian, akhirnya kami mentas juga.

Umbul Temanten Pengging

Selesai kungkum, beberapa orang ditraktir oleh Pak Yanto di warung di dekat Umbul Temanten. Menu yang cocok setelah merasakan dinginnya air sumber, TEH JAHE PANASS. Josss tenann… Kurang tahu berapa harganya. Selain itu kami juga memesan tahu petis. Uenakeee..

Adzan duhur berkumandang, kami pun sudah bersiap-siap untuk perjalanan pulang. Perjalanan pulang menempuh rute berbeda dari ketika berangkat. Dari pemandian Pengging, kami menuju ke arah Jatinom, Klaten. Sepanjang jalan itu, kami juga melewati persimpangan yang menuju pemandian Cokrotulung dan Janti.

Sampai di pasar Jatinom, perjalanan dilanjutkan menuju Karanganom atau Karangploso, saya lupa namanya. Mayoritas pemandangan adalah persawahan di kanan-kiri jalan. Dengan mengikuti jalanan, entah persisinya di daerah mana, ternyata kami pun sudah dekat dengan Klaten kota. Ternyata, jalan tadi tembus ke jalan searah di Klaten kota.

Perjalanan dari Klaten sampai Jogja melalui jalan raya Jogja-Solo. Tentu saja lawan di sepanjang perjalanan adalah kendaraan bermotor, sepeda motor, mobil, truk dan bus. Bagaimanapun suasananya, dengan naik sepeda, segalanya harus dinikmati.

Sampai di Jogja pukul 14.30. Itu artinya, perjalanan pulang dari Pengging sampai Jogja dapat ditempuh dalam waktu 2,5-3 jam. Ternyata, setelah sampai di rumah, tidak bisa langsung capek dan ngantuk begitu saja. Pakaian kotor langsung dicuci, sembari menunggu dan menikmati segelas kopi panas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s