…yang katanya Tanjakan Cinomati


Suatu ketika saat sepedaan bareng, seorang teman bertanya padaku, “Di mana sih tempat yang katanya tanjakan Cinomati itu? Kok banyak orang yang bilang kalo tanjakannya maut…” begitu pertanyaannya kalau tak salah ingat.

Kembali ke hampir empat tahun yang lalu, sekitaran bulan-bulan awal tahun 2010. Saat itulah aku pertama kali tahu yang namanya tanjakan Cinomati. Ya, memang tanjakan, kalau kita melewatinya dari bawah ke atas. Hehehee. Waktu itu bareng dengan rombongan sepeda Pelem Kecut yang salah seorang warganya punya acara di daerah Dlingo.

At The Corner of The Street
Di sudut tikungan jalan setelah sekitar 100 meter tanjakan yang curam.

Tanjakan Cinomati letaknya di sebelah timur Pleret. Dari pasar Pleret terus menuju ke selatan mengikuti jalan aspal yang ada. Kemudian jalan aspal utama belok arah sedikit ke timur, hingga bertemu pertigaan kecil yang menunjukkan arah, jika ke utara ke arah Piyungan, ke selatan ke Imogiri. Ambil arah ke utara, hingga bertemu pertigaan lagi yang jika berbelok ke timur langsung dihadapkan dengan tanjakan. Nah, di situlah tanjakan-tanjakan yang patut dicinta dimulai.

The Down (from above)
Jika dilihat dari atas, 100 meter yang curam hanyalah sebuah turunan.

Sebenarnya jaraknya tak jauh. Dari pertigaan tersebut sampai perempatan Terong atau biasa orang menyebutnya ‘pertigaan ringin’, karena memang ada pohon beringinnya, hanya sekitar 3 km. Namun 3 km tersebut bisa dibilang 3 km yang luar biasa. Luar biasa untuk dengkul yang tak terbiasa. Yayayaya. Motor atau mobil pun harus masuk gigi 1 untuk bisa melewati tanjakan itu.

Bisa dibilang teramat curam, namun banyak orang yang melewati jalan itu. Karena memang jalan tersebut adalah jalan yang menghubungkan Dlingo dengan Pleret atau Dlingo dengan Imogiri.

Jika masih penasaran dengan tanjakan atau turunan ‘luar biasa’ yang ada di Jogja, Cinomati ini bisa jadi salah satu tempat yang patut dijajal untuk meng-upgrade kekuatan dengkul dan kemahiran shifting gigi.

Lots of Curves
Bersiap-siaplah menghadapi banyak tikungan.

Jangan khawatir dengan rasa capek yang tentu saja bakal didapat karena medan yang curam. Pemandangan lanskap wilayah Bantul siap menerpa mata pesepeda yang sudah kriyip-kriyip dan bertetes peluh. Apalagi jika cuaca mendukung, tak terlalu panas dan saat tak berkabut.

View from The Corner
Pemandangan wilayah Bantul dari salah satu tikungan yang ada di sepanjang jalan 3 km tersebut.

About these ads

One thought on “…yang katanya Tanjakan Cinomati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s